Para jemaah haji tersebut sebelumnya mendapat perawatan di RSUD Loekmono Hadi Kudus dan RSUD Karyadi Semarang. Bermula dari adanya keluhan demam, batuk, dan sesak napas.
Direktur RSUD Loekmono Hadi Kudus, Abdul Aziz Anyar menuturkan bahwa gejala yang dialami para pasien memang terindikasi virus MERS. Namun, setelah dilakukan tes laboratorium dinyatakan negatif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dugaan terjangkit virus MERS, awalnya karena 8 pasien merupakan jamaah haji yang baru datang dari tanah suci ini mengalami gejala mengarah pada MERS.
"Gejalanya memang seperti terkena MERS, untuk itu kami lakukan uji laboratorium, dan hasilnya negatif," papar dia.
Dikatakannya, hingga saat ini masih ada dua pasien dari delapan pasien yang menjalani perawatan di RSUD Loekmono Hadi.
"Keduanya sudah dipindahkan dari ruang isolasi ke ruang perawatan," tandasnya. (sip/sip)










































