DetikNews
Selasa 10 Oktober 2017, 14:13 WIB

Perjuangan Andi Agar Diakui Sebagai Anak Kandung Jaja Mihardja

Robby Bernardi - detikNews
Perjuangan Andi Agar Diakui Sebagai Anak Kandung Jaja Mihardja Surat pernyataan bermeterai dari Jaja Mihhardja. (Foto: Robby Bernardi/detikcom)
Pekalongan - Baru 4 tahun silam, Joko Andi Setiawan mendapat pengakuan dari Jaja Mihardja bahwa dia benar-benar anak kandungnya, buah percintannya dengan Ernawati. Oleh keluarga Ernawati, semenjak bayi Andi memang diserahkan kepada Supiah, pembantu rumah tangganya, untuk 'disembunyikan' di Pekalongan.

"Perjuangan sangat panjang hanya untuk mengetahui siapa orang tua saya yang sebenarnya," Jelas Andi saat ditemui detikcom di rumahnya di Pekalongan, Selasa (10/10/2017).

Didampingi Supiah (80) ibu angkat yang merawatnya semenjak bayi, Andi menceritakan awal mula dia harus dipisahkan dari kedua orang tuanya itu. Supiah adalah mantan pembantu rumah tangga di keluarga orang tua Ernawati di Serang, Banten.

Ernawati merupakan seorang penyanyi, seperti halnya Jaja Mihardja. "Keduanya kenal karena kerap bertemu saat nyanyi bersama," papar Supiah.

Perkenalan itu berlanjut pada hubungan asmara hingga akhirnya Ernawati mengandung anak dari Jaja Miharja. Keluarga Ernawati tidak menginginkan aib tersebut terungkap ke publik. Akhirnya Ernawati dibawa Supiah pulang ke kampungnya di Pekalongan. Persalinan berlangsung di Pekalongan.

Baca juga: Andi dari Pekalongan Ini Mengaku Anak Pedangdut Jaja Mihardja


Saat Andi jaja ini berumur 40 hari, Ernawati dijemput keluarga besarnya pulang ke Serang dengan meninggalkan anaknya untuk diasuh oleh pasangan Supiah dan Tarbin. Bayi itulah yang kemudian diberi nama Joko Andi Setiawan dan dirawat sebagai anak angkat Supiah.

"Selama ini, saya diasuh oleh Ibu Supiah dan almarhum Pak Tarbin (suami Supiah). Saya baru tahu ayah kandung saya seorang artis saat berumur 10 tahun," jelas Andi.

Andi tahu kalau dirinya anak artis Jaja Mihardja justru dari para tetangganya. Saat itu Andi menonton televisi bersama warga kampung lainnya, yang kebetulan Jaja Miharja tengah tampil di layar televisi.

"Pada saat itulah, tetangga mengatakan, yang menyanyi itu adalah orangtua saya. Saya tanyakan ke Ibu (Supiah), dia membenarkan," katanya.

Di umur 10 tahun, Andi diantar oleh Supiah ke tempat Ernawati, ibu kandungnya, yang saat itu sudah berumah tangga dengan pria lainnya. Ernawati pun menceritakan bahwa Jaja Miharja adalah ayah kandungnya. "Sejak saat itu, saya berusaha mencari Pak Jaja, sulit memang," jelasnya.

Selepas SMP, Andi bekerja sebagai tukang sablon dengan bayaran Rp 26 ribu/minggu. Sebulan sekali Andi menabung Rp 10 Ribu, yang akan digunakan untuk ongkos mencari ayahnya ke Jakarta. "Beberapa kali ke Jakarta, sulit untuk bertemu. Terkadang pulang tanpa hasil. Begitu seterusnya," katanya.

Perjuangan Andi terus dilakukan hingga menginjak umur 40 tahun. Waktu itu, dirinya bersama Ernawati dibantu oleh seorang pengacara bertemu dengan Jaja Miharja. Awalnya pertemuan tersebut berjalan alot. Namun akhirnya Jaja Miharja bersama Ernawati menandatangani surat pernyataan bermaterai bahwa Andi adalah anak kandung mereka.
(mbr/mbr)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed