Warung Sosial, Jual Barang Rongsok untuk Bantu Masyarakat

Warung Sosial, Jual Barang Rongsok untuk Bantu Masyarakat

Arif Syaefudin - detikNews
Selasa, 10 Okt 2017 09:40 WIB
Warung Sosial, Jual Barang Rongsok untuk Bantu Masyarakat
Foto: Arif Syaefudin/detikcom
rembang - Di Kabupaten Rembang, terdapat salah satu warung yang memiliki konsep sosial, berbagi atau untuk membantu sesama yang membutuhkan. Tempat ini bernama Warung Sosial yang berada di Kota Rembang, Jawa Tengah.

Warung ini menempati sebuah ruko di Jl Pemuda Km 2. Sutejo adalah pencetus serta yang menjalankan usaha ini. Bukan makanan, minuman atau sembako yang dijual, namun berbagai barang bekas mulai dari perabot rumah tangga sampai mainan dijual di warung tersebut.

Warung sosial yang dijalankan ini telah berkomitmen untuk menyisihkan sebagian pendapatan hasil penjualan kemudian disalurkan ke berbagai kegiatan sosial. Mulai dari santunan kepada anak yatim piatu, bantuan secara logistik terhadap warga kurang mampu, hingga program bedah rumah warga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yang telah rutin dilaksanakan, 10 persen dari keuntungan setiap bulannya, disalurkan kepada sekitar 23 anak kurang mampu asuhan warung sosial. Rentang usianya mulai dari anak belum sekolah sampai usia SMA/smk yang telah menjadi anak asuh warung sosial.

Sutejo mengaku telah melaksanakan kegiatan sosial secara rutin sejak awal berdirinya warung sosial pada tahun 2011 lalu. Pada awal pendiriannya pun, ia mengaku hanya mengandalkan barang pemberian orang yang telah rusak untuk kemudian diperbaiki dan layak dijual.
warung sosial untuk bantu masyarakatwarung sosial untuk bantu masyarakat Foto: Arif Syaefudin/detikcom


"Kalau saat ini, kita beli barang orang yang sudah rusak, otomatis harganya akan murah. Kemudian, barang itu kita perbaiki sampai kembali normal. Dengan begitu barang tersebut akan memiliki harga jual kembali yang tinggi. Keuntungannya, 10 persen untuk sosial, sisanya untuk operasional warung sosial," jelasnya.

Menurutnya selama menjalankan usaha ini sejak dari nol hingga sekarang sudah beromzet belasan juta tiap bulanya. Ia juga telah mempekerjakan beberapa karyawan di warung sosial.

Saat siang hari ruko di Jalan Pemuda kilometer 2 sebagai tempat memperbaiki barang-barang rongsok yang masih rusak. Sedangkan pada malam hari, barang-barang yang telah berfungsi secara baik dijual kembalI di lapak yang berada di depan Pasar Kota Rembang.

Dia mengaku untuk kebutuhan hidup sehari0hari atau untuk keluarga selama ini tidak ada masalah. Bahkan banyak jalan lain yang dilakukan dengan mudah.

"Memang hasil penjualan ini untuk warung sosial sendiri dan kegiatan sosial. Ini saya niati untuk ibadah. Karena ibadah itu bukan melulu soal sembahyang saja, dengan seperti ini saya makin ayem," tuturnya.

Sementara itu, Iksan warga Desa Sumberjo Kecamatan kota Rembang mengaku kehadiran warung sosial cukup membantu warga yang kurang mampu. Menurutnya, manfaat dari warung sosial akan lebih besar dirasakan warga kurang mampu jika turut didukung dari pihak Pemerintah.

"Saya sering beli disini karena barang-barangnya juga masih bagus. Terlebih saya tahu, kalau hasil penjualan ini untuk disalurkan kepada warga yang membutuhkan. Seharusnya Pemerintah bisa ikut memperhatikan konsep-konsep yang seperti ini," imbuh Iksan. (bgs/bgs)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads