DetikNews
Jumat 06 Oktober 2017, 12:03 WIB

Magelang Diguyur Hujan Beberapa Hari, Harga Tembakau Rajangan Anjlok

Pertiwi - detikNews
Magelang Diguyur Hujan Beberapa Hari, Harga Tembakau Rajangan Anjlok Petani tembakau di Kabupaten Magelang. Foto: Pertiwi
Magelang - Hujan yang beberapa hari terakhir mengguyur kawasan Kabupaten Magelang membuat para petani mengeluh. Pasalnya, kondisi cuaca tersebut membuat harga tembakau rajangan anjlok.

Perajang tembakau Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Imron, mengatakan, harga daun terbaik atau daun bagian atas tanaman tembakau, jika dalam cuaca normal tanpa hujan bisa mencapai Rp 100 ribu per kilogram.

"Tapi untuk saat ini, dijual Rp 50 ribu per kilogram sudah sangat sulit," ujar Imron, di Deyangan, Jumat (6/10/2017).

Dia menjelaskan, anjloknya harga disebabkan karena kadar kadungan tembakau yang menurun sebagai dampak terlalu banyak terendam air hujan.

"Daun yang seharusnya sudah tua dan siap panen, akan menjadi muda lagi karena hujan. Meskipun dijemur hingga kering tapi kadar kadungannya sudah berbeda," ungkap Imron.

Menurutnya, dilihat dari waktu tanam tembakau terdapat dua waktu yang berbeda, yaitu pada bulan Mei dan tanam kedua pada bulan Juni.

Untuk tembakau yang ditanam pada bulan Mei sudah habis dipanen sebelum hujan tiba, sedangkan yang ditanam pada bulan selanjutnya masih separuh batang, untuk daun yang belum dipanen.

"Yang tanam awal pada bulan Mei, sudah habis dipanen dan kualitasnya lebih bagus karena hujan belum turun. Sedangkan tanam kedua, masih banyak yang belum dipanen. Meskipun kering ketika dijemur tetapi kualitasnya rendah," terangnya.

Sementara, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang, Eko Widi, mengatakan, masih banyak tembakau yang belum terpanen hingga saat ini. Kegiatan pengolahan tembakau, mulai dari merajang hingga menjemur pun masih banyak dilakukan di beberapa tempat.

"Rata-rata tembakau dipanen sesuai umur tanaman alias tidak dipanen lebih cepat meskipun hujan telah turun. Kemudian, tembakau diolah dan dijemur sebisanya, jelas hasil panen tanam kedua kualitasnya menurun," jelas Eko.

Dia menyebutkan, Kecamatan Muntilan termasuk salah satu wilayah dengan jumlah petani tembakau yang banyak. Saat ini, menurutnya, masih banyak petani yang menjemur tembakau dan belum memanen tanaman mereka.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed