ADVERTISEMENT

Jumlah Jemaah Haji Debarkasi Solo yang Meninggal Meningkat

Ragil Ajiyanto - detikNews
Jumat, 06 Okt 2017 11:27 WIB
Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom
Boyolali - Sebanyak 109 jemaah haji dari Provinsi Jawa Tengah dan DIY yang meninggal dunia pada musim haji tahun ini. Salah satu penyebabnya adalah banyak jemaah yang masuk kriteria risiko tinggi (risti).

Bila dibandingkan dengan penyelenggaraan haji tahun lalu, jumlah tersebut meningkat cukup signifikan. Pada tahun sebelumnya sebanyak 46 orang jemaah meninggal dunia. Sedangkan tahun ini ada 109 jemaah.

"Adanya peningkatan ini bukan berarti ada sisi pelayanan yang kurang. Secara umum pelayanan kita lebih bagus dari tahun-tahun sebelumnya," ujar Kasubbag Humas PPIH Debarkasi Solo, Afief Mundzir, Jumat (6/10/2017).
Jemaah haji di Asrama Haji DonohudanJemaah haji di Asrama Haji Donohudan Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom


Menurutnya meningkatnya jemaah yang meninggal dikarenakan sejumlah faktor. Khususnya faktor dari jemaah sendiri yang memang termasuk kategori risiko tinggi mencapai sekitar 73 persen.

"Hampir semua jemaah kita masuk kategori Risti, ditambah lagi banyak jemaah yang sudah usia lanjut," katanya.

Selain itu lanut Afief, faktor cuaca ekstrim juga terjadi di Arab Saudi juga mempengaruhi terhadap kondisi kesehatan masing-masing jemaah.

"Jadi banyak alasan yang menyebabkan jemaah haji banyak yang meningal di tanah suci," kata Afief.

Saat ini proses pemulangan jemaah haji Debarkasi Solo telah selesai. Kloter 95 atau kloter terakhir telah tiba di Indonesia. Pesawat Garuda yang mengangkut 311 jemaah asal Kabupaten Jepara dan Banjarnegara itu mendarat di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali pukul 06.53 WIB.

Hingga kloter sapu jagat tersebut, jumlah jemaah Debarkasi Solo yang telah dipulangkan sebanyak 33.778. Ada selisih 114 jemaah dari yang diberangkatkan ke Arab Saudi sebanyak 33.892 jemaah.
Terdapat satu jemaah pulang sendiri menggunakan pesawat reguler
Hingga kepulangan kloter terakhir, masih ada 9 jemaah yang ditinggal di Arab Saudi karena sakit dan dirawat di rumah sakit di Arab Saudi. Kemudian ada 4 jemaah yang saat ini masih dirawat di RSUD Dr Moewardi Solo.

Sedangkan jemaah yang wafat sebanyak 109 orang, berasal dari Jateng sebanyak 104 orang dan DIY sejumlah 5 orang. Terbanyak dari Kabupaten Magelang sebanyak 9 jemaah.

Sebanyak 104 jemaah meninggal dunia di Arab Saudi. Sebanyak 4 jemaah meninggal dunia di pesawat pada masa pemulangan dan satu jemaah wafat di Asrama Haji Donohudan pada saat pemberangkatan ke Tanah Suci.

"Jemaah haji yang wafat kebanyakan karena penyakit jantung dan pernafasan," jelas Afief.

Menurut dia, selama masa pemberangkatan hingga pemulangan haji berakhir, tidak ada kejadian menonjol.
Kloter terakhir jemaah haji asal Jawa TengahKloter terakhir jemaah haji asal Jawa Tengah Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom


"Kejadian menonjol relatif tidak ada, tidak ada kejadian yang mengakibatkan jemaah reaktif itu tidak ada sama sekali. Kendala juga tidak ada. Kita perlu ada evaluasi terkait jumlah jemaah wafat yang meningkat," imbuh dia.

Menurutnya meningkatnya jumlah jemaah yang meninggal perlu menjadi kajian bersama, khususnya terkait kemampuan sehat dari jemaah. Perlu dikaji ulang secara arif dan komprehensif.

"Meskipun meninggal itu sesuatu yang kita tidak tahu, tetapi upaya kita sebagai manusia tentu bisa melakukan upaya-upaya, langkah-langkah yang menurut kita itu bisa mengurangi angka kematian (dalam penyelenggaraan haji)," pungkasnya. (bgs/bgs)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT