Rektor UNS: Surat Edaran 'Wajah Wajib Terlihat' Tak Berlaku!

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Kamis, 05 Okt 2017 16:14 WIB
Jumpa pers di UNS Surakarta. Foto: Bayu Ardi Isnanto
Solo - Surat edaran yang mewajibkan wajah terlihat di kampus Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (FP UNS) Surakarta menjadi perbincangan hangat. Rektor UNS Ravik Karsidi pun buka suara.

Dalam jumpa pers di ruang sidang rektor, lantai 2 Gedung Rektorat UNS, rektor mengatakan akan mengevaluasi surat edaran tersebut. Selama evaluasi, surat edaran tidak diberlakukan.

"Karena sedang proses evaluasi, maka SE (surat edaran) dekan FP dinyatakan tidak berlaku lagi," kata Ravik, Kamis (5/10/2017).

Jumpa pers dimulai pukul 15.20 WIB dan berlangsung hanya 15 menit. Ravik juga tidak membuka sesi tanya jawab.

Seperti diketahui, surat edaran tersebut berisi peraturan tentang etika berpakaian selama berada di kampus FP. Etika yang dimaksud dituliskan dalam dua poin.

Pertama, dilarang memakai kaos oblong, sandal, celana jeans yang tidak pantas, potongan rambut/aksesoris punky dan pakaian ketat yang menyebabkan bentuk tubuh terlihat jelas.

Kedua, demi kejelasan identitas dan kelancaran komunikasi, dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa di kampus wajah wajib terlihat ketika berkomunikasi dengan teman sejawat maupun unsur civitas akademik yang lain. (sip/sip)