DetikNews
Rabu 04 Oktober 2017, 18:53 WIB

Polisi Selidiki Motif di Balik Mahasiswa Bunuh Diri di Yogyakarta

Usman Hadi - detikNews
Polisi Selidiki Motif di Balik Mahasiswa Bunuh Diri di Yogyakarta Ambulans membawa jenazah Birahmatika ke rumah sakit. Foto: Edzan Raharjo
Sleman - Polisi menyelidiki motif di balik keputusan Birahmatika Tsalasa Alail (21) bunuh diri di kamar kosnya. Sejumlah teman Birahmatika sudah diperiksa oleh polisi.

"Sekarang teman-temannya masih dimintai keterangan," kata Kapolsek Bulaksumur, Kompol Suhardi ke detikcom, Rabu (4/10/2017).

"Kalau (motifnya) masalah ekonomi tidak juga, karena kedua orangtuanya pegawai negeri sipil (PNS). Sementara kalau sama teman-temannya biasa bergurau, tetapi untuk masalah pribadi orangnya (korban) tertutup," lanjutnya.

Korban indekos di kos-kosan di Gg Jeruk No 1, Kelurahan Caturtunggal, Kecamatan Depok, Sleman. Di kos inilah korban diketahui sudah meninggal dalam kondisi gantung diri sekitar pukul 12.00 WIB.

"Laporan baru masuk ke kami sekitar pukul 16.00 WIB. Saat kami datangi korban gantung diri memakai ikat pinggang," kata Suhardi.

Suhardi sebelumnya telah memastikan kematian Birahmatika adalah karena bunuh diri. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

"Dari olah TKP dari Reskrim maupun olah TKP aspek medis tidak ada tanda-tanda kekerasan, murni gantung diri," tuturnya.

Pemilik kos Ridwan Syah (73) menambahkan korban selama ini diketahui sebagai salah satu mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM. Tetapi dia tidak mengetahui apakah korban masih aktif kuliah di UGM atau tidak.

"Katanya lebih aktif di INTAN (Institut Pertanian Yogyakarta)," jabarnya.

Riawan melanjutkan, korban pertama kali diketahui gantung diri saat teman-teman korban datang. Melihat motor korban terparkir di tempat parkir (kos), mereka memutuskan masuk ke kamar korban.

"Begitu diketuk tidak ada jawaban, dibuka pintunya mereka kaget. Dari pintu kelihatan (korban) menggantung. Korban gantung diri di pintu kamar mandi, kan ada (ventilasi) pintu bagian atas," jelasnya.

Kejadian ini mengagetkan Riawan, apalagi korban baru satu minggu kos di tempatnya.

"Sekitar jam 13.00 WIB, waktu saya pulang tahu-tahu sudah banyak kendaraan. Jelas saya kaget, dua malam yang lalu (korban) masih ngopi-ngopi, tidak ada di wajahnya yang memperlihatkan stres," pungkasnya.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed