DetikNews
Selasa 03 Oktober 2017, 19:54 WIB

Ada Display 54 Karya Seni Patung di Kawasan Kotabaru Yogyakarta

Edzan Raharjo - detikNews
Ada Display 54 Karya Seni Patung di Kawasan Kotabaru Yogyakarta Display patung di Kotabaru Yogya. (Foto: Edzan Raharjo/detikcom)
Yogyakarta - Kawasan bersejarah Kotabaru Yogyakarta dihiasi berbagai karya seni patung. Patung-patung tersebut merupakan karya dari para seniman dalam dan luar negeri. Tak kurang dari 54 patung dipasang di kawasan itu.

Display 54 patung di kawasan Kotabaru itu termasuk dalam event Jogja Street Sculpture Project (JSSP) ke 2 dengan judul 'JOGJATOPIA'. Pameran tersebut menampilkan 50 pematung dari kota Yogyakarta, Jakarta, Bandung, Bali, serta pematung dari luar negeri seperti dari Jepang, Thailand, dan Reunion Island.

Pameran secara resmi digelar tanggal 10 Oktober 2017 sampai 10 Januari 2018 mendatang, di kawasan Kotabaru Yogyakarta. Namun pemasangan patung-patung sudah mulai dilakukan hari ini.

Ada Display 54 Karya Seni Patung di Kawasan Kotabaru Yogyakarta54 patung dipasang di kawasan bersejarah tersebut. (Foto: Edzan Raharjo/detikcom)

Ketua JSSP ke 2, Hedi Hariyanto, mengatakan patung yang dipamerkan bermacam-macam, tergantung ide dan konsepnya. Dalam konteks ini tema yang diangkat yaitu 'JOGJATOPIA' yaitu Yogya dengan berbagai mimpinya. Seperti di kawasan Kotabaru Yogyakarta, kawasan tersebut dahulunya merupakan mimpi memiliki boulevard.

"Yogya Istimewa itu juga dari mimpi warganya untuk menjadi bagus. Di sini pematung bisa mengambil dari sisi sejarahnya, dari ruang-ruangnya, pohon-pohonnya dan macam-macam," kata Hedi di Kotabaru Yogyakarta, Selasa (3/10/2017).

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, mengatakan tidak semua warga masyarakat mampu memahami ekspresi seni. Demikian juga persepsi dan pemahaman, tidak bisa disamakan. Seniman-seniman juga tidak mempermasalahkan persepsi warga. Namun demikian perlu ada media yang mendekatkan agar masyarakat lebih mudah memahami karya seni.

"Perlu mendekatkan tentang pemahaman latar belakang kenapa karya seni diwujudkan seperti itu, supaya dipahami masyarakat. Oleh karena itu saya minta kalau ada pameran apapun untuk memberikan teks yang memberi latar belakang," kata Heroe Poerwadi di Kotabaru.
(mbr/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed