Sedangkan masa jabatan Sri Sultan HB X sebagai Gubernur DIY periode 2012-2017 akan habis pada 10 Oktober 2017 ini. Namun sampai sekarang jadwal kepastian pelantikan oleh Presiden Joko Widodo belum ada.
Sementara itu syarat-syarat administratri untuk pelantikan telah dikirimkan kepada pemerintah pusat. Hingga saat ini belum ada jawaban kapan pelantikan Gubernur DIY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Belum, belum. Kalau Presiden kan paling 2 hari sebelumnya, karena menyangkut masalah security, kan gitu. Belum tahu, terserah Presiden saja, wong yang memutuskan Presiden dan yang melantik Presiden," kata Sultan HB X usai peresmian nama jalan di simpang empat Jombor, Sleman, Selasa (3/10/2017).
Sementara itu Wakil Ketua DPRD DIY, Arif Noor Hartanto mengatakan pemerintah pusat sebaiknya melaksanakan sesuai peraturan perundangan yang sudah dibuatnya. Pelantikan apakah akan dilakukan di ibukota negara atau di Yogyakarta, yang penting sesuai aturan.
Pelantikan Gubernur DIY diharapkan selesai tanggal 10 Oktober karena masa periode jabatan Gubernur DIY periode 2012-2017 sudah habis. Tetapi jika akan dibarengkan dengan pelantikan Gubernur DKI tentu akan terjadi kekosongan jabatan Gubernur DIY dalam waktu lama.
"Kalau digabung dengan DKI sebagai orang Yogya 'wonten gelone' (ada kecewanya), karena keistimewaan itu privilege sampai dengan tata cara pelantikan itu sendiri," katanya.
Menurutnya pemerintah pusat harus memberi penjelasan kepada publik ketika akan dibarengkan dengan pelantikan Gubernur DKI Jakarta.
"Alasanya apa, agar tidak menimbulkan pertanyaan-pertanyaan, karena berarti nanti akan ada jabatan kosong dulu dan dilaksanakan pelaksana harian," kata Arief.
Dia menegaskan persyaratan administrasi untuk pelantikan sebenanrya sudah dilakukan tinggal menunggu kepastian jadwal pelantikan. Dalam pelantikan Gubernur DIY, sesuai undang-undang apabila Presiden tidak bisa maka bisa mendelegasikan kepada Wakil Presiden untuk melantiknya.
"Kalau memang akan di Ibukota ya putuskan saja di Ibukota, tanggal 10, jam sekian," kata Inung panggilan akrabnya Arif Noor Hartanto. (bgs/bgs)











































