detikNews
Senin 02 Oktober 2017, 18:23 WIB

Ada Motif Kontemporer, Cara Batik Lasem Agar Eksis

Arif Syaefudin - detikNews
Ada Motif Kontemporer, Cara Batik Lasem Agar Eksis Foto: Arif Syaefudin/detikcom
Rembang - Untuk meningkatkan daya saing di pasaran, sebagian pengrajin batik tulis Lasem di Rembang, Jawa Tengah menambahkan sentuhan kontemporer pada motif batiknya. Namun, bukan berarti menghapus ciri khas batik tulis Lasem yang bergaya Chinese-Jawa.

Beberapa hasil karya batik tulis Lasem saat ini mulai terbuka dengan motif batik dari daerah lainnya. Seperti motif latohan khas batik Lasem yang dipadukan dengan motif parang. Latohan merupakan gambaran dari tanaman latoh yang merupakan sejenis ganggang yang banyak terdapat di Lasem.

Tak jarang juga, desain motif khas batik Lasem diperbarui dengan desain yang lebih modern.

Penciptaan motif baru merupakan wujud inovasi batik Lasem yang diharapkan bisa terus eksis di pasar nasional maupun internasional. Motif diciptakan sesuai dengan pesanan dari pelanggan, tanpa meninggalkan gaya khas batik Lasem.

"Kontemporer ini maksudnya kita fleksibel. Kita kembangkan kreasi para seniman untuk bisa diterapkan dalam sebuah canting membatik. Tapi, unsur Lasem harus tetap ada, seperti motif latohan, dan beberapa karakter Chinese yang melekat," ujar Nur Rohman.

Menurutnya, sejumlah motif batik Lasem memiliki nilai historis tersendiri. Adanya perpaduan antara gaya Chinese dengan Jawa merupakan simbol akulturasi kebudayaan. Yang paling kental, yakni gambar naga pada batik Lasem, dan dominasi warna merah pada setiap hasil batik tulis Lasem.

Tak hanya dalam wujud selembar kain saja, kini kreasi batik tulis Lasem mulai diterapkan pada sejumlah atribut pakaian. Seperti kemeja, tas, dompet, dan sejumlah tren fashion lainnya. Beberapa diantaranya, yang memiliki nilai artistik tinggi justru sengaja hanya dibuat pajangan pada tembok.

"Beberapa desain batik kuno masih terpajang secara rapi di rumah saya, agar motif kuno batik Lasem tetap terjaga dan orang yang lihat biar tahu. Saya sandingkan dengan beberapa motif batik modern dengan konsep kontemporer agar terlihat akulturasinya," imbuhnya.

Pemerintah Kabupaten Rembang pun juga tak ingin ketinggalan ikut terus meningkatkan eksistensi Batik Lasem di mata publik. Beberapa pembatik di Rembang kini telah bersertifikasi. Selain itu, pelatihan membatik terus digalakkan sebagai upaya penggalian bibit pembatik sejak dini.
(bgs/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com