Batik Printing dan Cap Paling Banyak Diminati di Pasar Beringharjo

Edzan Raharjo - detikNews
Senin, 02 Okt 2017 14:04 WIB
Pedagang batik di Pasar Beringharjo. (Foto: Edzan Raharjo/detikcom)
Yogyakarta - Di Pasar Beringharjo, Yogyakarta, pedagang batik berderet dari pintu masuk sisi barat hingga ke timur. Berbagai motif, bahan hingga kualitas batik, bisa ditemukan di pasar tersebut. Namun sebagai layaknya pasar rakyat, batik jenis printing dan cap paling banyak dicari.

Harga pakaian batik di Pasar Beringharjo bervariasi, dari yang paling murah Rp 25 ribu sampai yang paling mahal kisaran Rp 500 ribu. Pembeli di Pasar Beringharjo bisa melakukan penawaran. Jika cocok barang dan harga, bisa langsung jadi untuk membawa pulang barang.

Harga pakaian batik printing dan cap jauh lebih murah dibanding yang batik tulis. Batik cap dan batik printing inilah yang paling banyak diburu oleh konsumen.

Pedagang batik di pasar Beringharjo, Lina Rahmawati (45), mengaku sejak batik ditetapkan sebagai warisan budaya, memang pembeli mengalami peningkatan. Jumlah penjual pakaian batik di pasar Beringharjo juga meningkat. Hampir semua pedagang pakaian menyediakan baju batik.

"Batik sekarang banyak yang cari. Pas liburan akhir pekan atau libur panjang pembeli pasti meningkat," kata Lina, Senin (2/10/2017).

Di Pasar Beringharjo, Batik Printing dan Cap Paling Banyak DiminatiProses tawar menawar masih terjadi. (Foto: Edzan Raharjo/detikcom)

Motif-motif batik yang dicari bermacam-macam, tergantung pemakaian. Untuk anak-anak sekolah biasanya motif parang. Sementara untuk umum biasanya motif kombinasi.

"Kebanyakan memang batik cap karena harga lebih murah. Yang batik tulis ada yang KW dan asli, harganya Rp 350 hingga Rp 500 ribu," katanya.

Wisatawan biasanya membeli batik untuk oleh-oleh dalam jumlah banyak bisa sampai 2 kodi. Namun jika untuk oleh-oleh khusus biasanya dibelikan yang batik tulis. Sedangkan jika yang membeli minta dicarikan yang bagus, akan dicarikan yang bagus.

Salah satu pembeli, Ernis (21), mencari baju batik di pasar Beringharjo karena banyak pilihanya dan harga yang miring jika bisa menawar. Ia mencari batik cap karena harganya terjangkau. "Cari batik cap, yang terjangkau. Kalau yang tulis, mahal," kata Ernis. (mbr/mbr)