"Sebenarnya, kami disapa oleh murid yang telah lulus saja sudah bahagia. Ini malah diajak jalan-jalan, ya seneng banget," ujar Heni Anggreani, Guru Bahasa Inggris di SMA N 1 Pekalongan, Sabtu (30/9/2017).
Menurut Heni, selain digratiskan para guru juga diberi uang saku.
"Uang sakunya kita dikasih dalam bentuk Dolar (Singapura) dan Ringgit (Malaysia). Kami tidak menghitung jumlah, wong diajak sudah seneng," jelasnya.
Dari uang yang diberikan, kebanyakan para guru memanfaatkan untuk membeli cokelat dan cinderamata berupa kaos serta pernak-pernik lainnya.
"Ya untuk membeli coklat buat teman-teman lainnya dan beli kaos buat kenang-kenanganlah, buat suami dan anak-anak," jelasnya.
Heni sendiri, awalnya bener-bener terkejut atas ajakan dari Fredy Chandra.
"Kami para guru, sebenarnya tidak pernah mengharap seperti itu. Disapa aja kita senang," kata Heni.
Perjalanan dari pekalongan dengan naik bus menuju Jakarta, dilanjutkan perjalanan dengan menggunakan pesawat.
"Untuk pertama, ttakut-takut gimana. Akhirnya bisa menyusuaikan juga," kenangnya. (sip/sip)











































