Pesawat Hercules Jadi Koleksi Baru Museum Pusat TNI AU

Edzan Raharjo - detikNews
Jumat, 29 Sep 2017 15:27 WIB
Foto: Edzan Raharjo/detikcom
Yogyakarta - Badan pesawat C-130 Hercules A-1301 yang berukuran besar akhirnya tiba di Yogyakarta. Badan pesawat Hercules tersebut dibawa dari Bandung ke Yogyakarta dengan diangkut truk trailer.

Perjalanan dari Bandung ke Yogyakarta membutuhkan sekitar 7 hari dengan menempuh jarak sekitar 520 km. Saat melintas di jalur selatan wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah dan Yogyakarta menjadi perhatian warga.

Badan pesawat kini sudah sampai di Yogyakarta untuk menambah koleksi Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala (Muspusdirla) Yogyakarta.

Komandan Lanud Adisutjipto Marsma TNI Novyan Samyoga mengatakan untuk membawa pesawat Hercules dari Bandung ke Adisusucipto Yogyakarta membutuhkan waktu 7 hari 10 jam. Perjalanan yang ditempuh tidak sederhana karena jarak tempuh yang jauh.

Badan pesawat yang besar memakan jalan, truk trailer yang dikawal petugas itu berjalan pelan. Selama perjalanan itu, banyak masyarakat yang antusias melihatnya di sepanjang jalan yang dilalui.

"Selanjutnya Hercues ini menjadi salah satu koleksi Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala Yogyakarta," kata Marsma TNI Novyan Samyoga di Lanud Adisucipto Yogyakarta, Jumat (29/9/2017).

Pesawat Hercules tersebut didatangkan ke Indoensia pada tahun 1960 dan baru pensiun sekitar tahun 2005. Selama itu pesawat mengikuti semua operasi udara TNI AU seperti untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan, latihan dan lain-lain. Pesawat sering digunakan untuk mengirim bantuan kemanusian ke sejumlah negara pada sekitar tahun 1970 hingga1980-an.
Pesawat Hercules tiba di YogyakartaPesawat Hercules tiba di Yogyakarta Foto: Edzan Raharjo/detikcom


"Ini pesawat Hercules pertama yang menjadi kekuatan TNI AU. Karena yang pertama bahkan bisa dikatakan benda pusaka," katanya.

Selain menambah koleksi pesawat Hercules, berbagai jenis pesawat lain juga akan menambah koleksi museum. Beberapa koleksi lain adalah pesawat Si Kumbang yang merupakan buatan asli Indonesia, Avia dan Cesna.

Dia menambahkan bertambahnya koleksi museum diharapkan Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala (Muspusdirla) Yogyakarta akan menjadi museum terbesar di Asia Tenggara. Untuk mendukung menjadi yang terbesar tersebut, penataan lingkungan dan renovasi masih dilakukan.

Museum diharapkan tidak hanya sekdar menjadi tempat koleksi pesawat namun juga menjadi sarana edutainment (edukasi dan entertaiment). Lokasi tersebut cukup strategis karena museum ini berada di Yogyakarta yang dikenal sebagai kota pelajar. (bgs/bgs)