detikNews
Jumat 29 September 2017, 15:24 WIB

Motor Pinjaman Terekam CCTV Langgar Lalin, Siapa yang Kena E-Tilang?

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Motor Pinjaman Terekam CCTV Langgar Lalin, Siapa yang Kena E-Tilang? Pelaksanaan e-tilang di Semarang. (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Semarang - Berbagai pertanyaan muncul terkait pelaksanaan e-Tilang di Kota Semarang. Ada yang bertanya bagaimana jika kendaraan dipinjam dan si peminjam yang melanggar lalu lintas dan terekam CCTV.

Kanit Dikyasa Polrestabes Semarang, AKP Ryke Rhimadhila, menjelaskan kepolisian yang sudah mendapatkan data dari Dinas Pehubungan selaku operator CCTV langsung mendatangi alamat sesuai data plat nomor yang terekam.

"Kita klarifikasi, benar tidaknya pemilik kendaraan melakukan pelanggaran," kata Ryke saat menghampiri pelanggar di Jomblang RT 2 RW 3, Candisari, Semarang, Jumat (29/9/2017).

Polisi membawa bukti foto yang dilengkapi waktu pelanggaran dan diperlihatkan kepada pemilik kendaraan. Jika ternyata saat melanggar kendaraan dibawa orang lain maka polisi akan menelusuri hingga ketemu siapa pembawa kendaraan yang melakukan pelanggaran.

"Yang ditindak itu siapa? Yang membawa kendaraan," tegasnya.

Hal tersebut sama halnya dengan mobil rental. Jika mobil ketahuan melanggar, maka polisi akan datang sesuai alamat kepemilikan. Ryke menjelaskan, pihak rental pasti mempunyai data siapa peminjamnya lengkap dengan waktu peminjaman.

"Biasanya pemilik rental ada barang bukti kuitansi dari jam sekian sampai sekian siapa yang menyewa," pungkas Ryke.

Sementara itu terkait kendaraan yang dijual, Ryke menghimbau agar segera melakukan pemblokiran agar STNK segera dibalik nama pemilik baru. Karena jika belum balik nama dan ada pelanggaran, maka identitas dalam STNK yang akan didatangi pertama meskipun nantinya tetap akan ditelusuri siapa pengemudinya.

"Kami juga himbau masyarakat jika motor atau mobil dijual segera balik namakan. Itu juga agar tidak menyulitkan kami," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, e-Tilang di Kota Semarang sudah diberlakukan sejak hari Senin (25/9) lalu. Pelanggar yang terekam CCTV Dishub di 26 titik akan ditindak dengan mendatangi rumah masing-masing. Nantinya pelanggar bisa memilih mengikuti sidang atau menitipkan denda lewat bank.
(alg/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com