Pasi Persatuan Korem 074/Warastratama, Mayor Inf Didin Nasrudin, selaku panitia, mengajak masyarakat berbondong-bondong hadir di acara itu. Pihaknya menyediakan minimal tiga layar lebar untuk dipasang di lapangan.
"Film ini wahana edukasi yang menggambarkan kejadian pada tahun 1965. Ini pembelajaran agar semua paham sejarah. Sejarah itu harapannya tidak terulang," kata Didin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Anak-anak silakan diajak juga. Terkait konten kekerasan, orang tua harus mendampingi dan menjelaskan kepada anak," ujarnya.
Acara dengan konsep lesehan itu juga didukung sepenuhnya oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Surakarta. Ketua MUI Surakarta, Zainal Arifin, dijadwalkan hadir memberikan sambutan.
"MUI mendukung sepenuhnya acara ini. Kewajiban mempertahankan NKRI ini kewajiban kita semua. NKRI harga mati tanpa PKI," tandas perwakilan dari MUI Surakarta, Nur Hadi. (sip/sip)











































