Peristiwa itu terjadi seusai jam istirahat pertama sekolah. Saat istirahat tersebut, siswa membeli makanan di kantin sekolah.
"Seperti biasa, para siswa yang istirahat beramai-ramai pergi ke kantin untuk jajan. Salah satu kantin yang dikunjungi siswa adalah kantin batagor milik Sri Partini (51) ini," kata Kapolsek Banyumas AKP Samsuri kepada wartawan, Kamis (28/9/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena banyak siswa yang mengeluh sakit yang sama, pihak sekolah kemudian mencoba memberikan pertolongan pertama kepada siswa. Mereka diberi minum air kelapa muda. Setelah sedikit mereda, baru pihak sekolah membawa siswa yang menjadi korban ke Puskesmas Banyumas.
"Dari hasil pemeriksaan oleh dokter di puskesmas, para siswa yang diduga keracunan ini diizinkan pulang kembali ke sekolah, tidak ada yang perlu rawat inap," ujarnya.
Menurut dia, polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti seperti dua botol kecap, satu toples sambal, dan satu bungkus batagor dalam kemasan plastik. Selain itu, pihaknya juga telah memeriksa sejumlah saksi termasuk Sri Partini, penjual batagor di sekolah.
Dari hasil keterangan Sri Partini, kudapan batagor yang dimakan siswa dibuat dari tepung terigu, ikan tongkol, garam, bumbu penyedap rasa, kecap dan sambal bumbu kacang yang ditambah talas serta bumbu tabur (cabe giling).
"Hasil pemeriksaan dokter Puskesmas, diduga para siswa mengalami alergi makanan batagor yang di campur dengan talas sehingga tenggorokan terasa gatal," ujarnya.
Untuk memperkuat dugaan, pihaknya telah membawa sampel sisa batagor untuk diserahakan ke Puskesmas Banyumas dan dicek oleh BPOM Kabupaten Banyumas. (arb/bgs)











































