DetikNews
Rabu 27 September 2017, 13:30 WIB

Setelah Libur Kemarin, PKL Malioboro Hari Ini Ramai-ramai Jualan Lagi

Edzan Raharjo - detikNews
Setelah Libur Kemarin, PKL Malioboro Hari Ini Ramai-ramai Jualan Lagi Malioboro kembali ramai hari ini. Foto: Edzan Raharjo
Yogyakarta - Setelah libur sehari penuh kemarin, hari ini semua pedagang kaki lima (PKL) di Malioboro Yogyakarta berjualan lagi. Keramaian kembali terjadi setelah kemarin kawasan ini kosong dari PKL.

Lorong-lorong trotoar sisi barat yang kemarin lengang, hari ini dipadati kembali dengan lapak-lapak PKL. Beberapa PKL nampak berkerumun membicarakan libur sehari kemarin.

Terdengar celetukan, "Kemarin Malioboro seperti kota mati."

Libur PKL setiap Selasa Wage ke depan akan terus dilanjutkan. Saat libur tersebut akan diisi dengan kegiatan kerja bakti membersihkan area Malioboro. Sejumlah PKL menyatakan sepakat dan tidak menjadi masalah jika setiap Selasa Wage libur.

"Kalau saya ikut saja, santai saja. Kerja bakti ikut, nggak ada masalah kok. Kalau soal rejeki itu sudah diatur, namanya dagang kadang ramai kadang sepi itu biasa," kata salah seorang PKL di Malioboro, Prapto (55), Rabu (27/9/2017).

Prapto bercerita, sebelumnya dirinya sudah mendapat sosialisasi dan diajak rapat soal libur PKL Selasa Wage. Hari Selasa Wage, setahu Prapto dipilih karena itu hari Tingalan Ndalem (kelahiran Sultan).

"Semua sudah sepakat. Kalau kerjabakti itu sebenarnya sering, tapi kalau libur baru kali ini. Selasa Wage itu Tingalan Dalem,"kata Prapto, PKL yang berjualan kerajian sejak tahun 1987 di jalan Malioboro tersebut.

Diwawancara terpisah, Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan libur PKL pada Selasa Wage akan berlanjut. Keputusan tersebut merupakan keputusan bersama dengan seluruh komunitas sebanyak 23 komunitas di Malioboro.

Libur ini sebagai salah satu cara untuk merawat Malioboro, kesempatan untuk bersih-bersih dan menata Malioboro. Selain itu juga menjadi kesempatan untuk masyarakat yang ingin menikmati suasana yang berbeda di Malioboro.

Diharapkan pula, kebiasaan ini bisa membangkitkan kebersamaan warga untuk menjaga lingkungan.

"Kebijakan libur PKL ini, tidak akan menjadikan kebijakan yang meniadakan PKL di Malioboro terutama kerajinan. Karena kalau tidak ada PKL kerajinan di Maliboro ibarat mata uang dari dua sisi yang tidak mungkin satu sisi dihapus," kata Heroe Poerwadi.

Menurutnya, orang datang ke Malioboro juga ingin menikmati Malioboro dengan berbelanja kerajinan. Kebijakan libur pada setiap Selasa Wage akan dilakukan secara reguler dan selalu ada bersih-bersih bersama.

"Keputusan sudah diambil bersama 23 komunitas. Selasa Wage ini berkaitan dengan Wiyosan Dalem," katanya.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed