DetikNews
Selasa 26 September 2017, 16:13 WIB

Sultan HB X Berjalan Kaki Nikmati Suasana Malioboro Yang Bebas PKL

Edzan Raharjo - detikNews
Sultan HB X Berjalan Kaki Nikmati Suasana Malioboro Yang Bebas PKL Sri Sultan HB X menikmati suasana Malioboro tanpa PKL hari ini. Foto: Edzan Raharjo
Yogyakarta - Pedestrian di sepanjang jalan Malioboro hari ini bebas dari pedagang kaki lima (PKL). Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X menikmati suasana dengan berjalan kaki di sepanjang pedestrian tersebut.

Raja Keraton Yogyakarta ini berjalan kaki dari komplek Kepatihan kantor Gubernur DIY di jalan Malioboro menuju Titik Nol Kilometer. Sultan HB X berjalan kaki di trotoar sisi timur yang masih dalam tahap pengerjaan revitalisasi Malioboro.

"Inikan hanya mau menikmati dengan tidaknya kota-kotak biru (PKL biasanya meletakkan gerobak berwarna biru di dekat jualanya), gitu. Dan ternyata juga bisa to," kata Sultan HB X saat sampai di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Selasa (26/9/2017).

[Gambas:Video 20detik]

Dengan adanya libur seperti ini diharapkan bisa menjadi kesadaran bagi seluruh PKL di Malioboro untuk menjaga lingkungan bersama dengan bersih-bersih. Kesadaran-kesadaran untuk menjaga kebersihan liungkungan harus terus tumbuh.

Salah satunya soal membuang sampah pada tempat yang sudah disediakan juga harus menjadi kesadaran bersama.

Setelah melihat suasana pedestrian yang bebas PKL, Sultan HB X berharap nanti akan ada ruang ruang untuk berekspresi bagi seniman. Sehingga semua komponen bisa menikmati suasana Malioboro.

"Nanti bisa ada festival apa dari para seniman, inikan bisa jadi kekuatan baru untuk dipromosikan," kata Sultan.

Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti mengatakan kegiatan pada setiap Selasa Wage yakni PKL libur bukan semata mengosongkan Malioboro. Dengan libur, maka ada waktu untuk menbersihkan Maliboro seperti mengecat, membersihkan saluran air, menambal bangunan yang pecah dan lain-lain.

Untuk toko-toko memang tidak tutup, tetapi diminta untuk aktif terlibat bersih-bersih. Pemilik toko diharapkan untuk bersinergi membantu yang lain.

"Saya apresiasi pedagang yang ihklas tidak berdagang pada Selasa Wage. Ini baru awal, tapi ini bukan pengosongan," kata Haryadi Suyuti.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed