detikNews
Senin 25 September 2017, 17:15 WIB

DPRD Brebes Minta Sekolah Kembalikan Iuran Siswa yang Diterimanya

Imam Suripto - detikNews
DPRD Brebes Minta Sekolah Kembalikan Iuran Siswa yang Diterimanya Pelajar di Brebes. Foto: Imam Suripto
Brebes - Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Imam Royani meminta kepada sekolah agar iuran komite bulanan yang dibebankan pada wali murid segera dikembalikan. Karena pemegang Kartu Brebes Cerdas (KBC) sudah dijamin oleh Pemerintah Kabupaten.

"Anggaran program KBC sudah disahkan di ABPD perubahan tahun ini. Kalau tidak salah angkanya Rp 6,6 milyar. Itu untuk membantu siswa dari keluarga miskin agar bisa tetap sekolah," ujar Imam Royani, Senin (25/9/2017).

Pernyataan ini menjawab keluhan orangtua siswa pemegang KBC yang telah dimintai iuran komite bulanan oleh sekolah.

Lebih lanjut Imam mengatakan, anggaran KBC ini baru diajukan di APBD Perubahan. Sehingga akan cair pada tutup tahun nanti. Sehingga pihak sekolah dinilai seharusnya tidak perlu panik dengan meminta orang tua siswa untuk membayar iuran bulanan.

Apalagi pemberitahuan dari sekolah terkesan sangat mendadak sehingga menimbulkan kepanikan. Orang tua siswa mengaku kaget karena harus melunasi iuran bulanan selama sembilan bulan.

"Sekolah yang sudah menarik iuran dari orang tua siswa pemegang KBC harus mengembalikan jika anggaran ini cair," tegas Imam Royani.

Dalam APBD perubahan 2017 disebutkan, Pemkab menganggarkan Rp 6,6 milyar untuk membantu 22 ribu lebih siswa miskin. Tiap anak menerima Rp 300 ribu per tahun.

Jumlah ini lebih kecil dibanding tahun sebelumnya yakni tiap anak mendapat Rp 600 ribu. Anggaran yang diajukan terpaksa dipangkas dengan alasan defisit dan efesiensi.

Minimnya bantuan yang diterima siswa pemegang KBC ditanggapi oleh Mucharomin, Kepala SMA Negeri 3 Brebes. Kepada wartawan menjelaskan.

"Kebutuhan tiap sekolah tiap siswa setahun ini Rp 2,1 juta. Kalau Cuma dapat Rp 300 ribu per tahun masih jauh. Tahun kemarin dapat Rp 600 ribu sekarang dapat Rp 300 ribu. Yang 600 ribu saja masih kurang apa lagi Cuma Rp300 ribu," keluh Mucharomin.

Jika dihitung, meski telah mendapatkan bantuan melalui KBC, tiap siswa masih dibebani sisa iuran. Perhitungannya, beban tiap siswa selama setahun Rp 2,1 juta, setelah ditutup dana KBC tahun lalu sebesar Rp. 600 ribu, masih ada kewajiban sebesar Rp 1,5 juta per siswa.

Namun demikian, menurut Kasek, untuk menutup kekurangan biaya ini, sekolah mengandalkan bantuan dari BOS dan Program Indonesia Pintar (PIP). Menurut Mucharomin, BOS itu sebenarnya untuk operasional sekolah, tapi sekarang digunakan untuk membebaskan siswa yang tidak mampu.

"Pemerintah kalau bisa jangan langsung menyatakan pemegang KBC bebas biaya. Soalnya setelah dihitung tetap saja masih kurang, mengingat bantuan dari Pemkab sangatlah kecil," pungkasnya.
(sip/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com