DetikNews
Minggu 24 September 2017, 18:47 WIB

Bupati Jamin Program Kartu Brebes Cerdas Tetap Berlanjut

Imam Suripto - detikNews
Bupati Jamin Program Kartu Brebes Cerdas Tetap Berlanjut Foto: Imam Suripto/detikcom
Brebes - Bupati Brebes, Idza Priyanti menjamin program Kartu Brebes Cerdas (KBC) akan berlanjut pada tahun ini. Program ini bisa dicairkan melalui anggaran APBD Perubahan tahun 2017 ini.

Pernyataan ini sekaligus menjawab kekhawatiran siswa SMA/SMK pemegang KBC yang terancam tidak bisa melanjutkan sekolah karena program tersebut telah berhenti pada tahun ini.

"Program bantuan pendidikan dari pemerintah daerah, khusus melalui Program Brebes Cerdas untuk anak-anak tidak mampu akan terus berjalan. Khususnya bagi anak anak SMA/SMK agar bisa menuntaskan wajib belajar 12 tahun," tegas Idza di kantor bupati, Minggu (24/9/2017).

Dia menjelaskan, program KBC ini dimulai tahun 2015 untuk anak anak tidak mampu dari SD sampai SMA agar digratiskan dari iuran bulanan dan uang gedung. Kebijakan ini diteruskan pada 2016 namun dengan sasaran anak SMA/SMK yang tidak mampu agar tetap melanjutkan hingga lulus.

"Dalam peraturan bupati mengatakan untuk anak SMA/SMK agar menuntaskan program wajib belajar 12 tahun maka Pemkab menyediakan anggaran bantuan bagi yang tidak mampu," ungkapnya.

Dia mengatakan tahun 2016 Program Brebes Cerdas tetap dilanjutkan, hanya saja sasarannya adalah siswa SMA dan SMK yang tidak mampu. Alasannya, untuk mendorong program pemerintah wajib belajar 12 tahun. Pada tahun 2016, pemkab menganggarkan bantuan sebanyak 21.666 siswa SMA dan SMK baik negeri maupun swasta.

Masing masing anak dalam satu tahun mendapatkan Rp.600.000. Uang bantuan itu diberikan melalui sekolah untuk membantu iuran komite bulanan dan uang gedung siswa, sehingga mereka tidak dibebani tiap bulanannya.

Pada tahun 2017 ini, Pemkab berniat untuk melanjutkan program tersebut dengan mengajukan anggaran ke DPRD. "Sudah ada anggaran dan masuk anggaran murni, namun karena ada efisiensi anggaran makan nominal bantuan berkurang separuh yang tadinya Rp 600 ribu kini hanya Rp 300 ribu," terangnya.

Menjawab kekhawatiran siswa pemegang KBC karena belum menerima bantuan sehingga harus membayar sendiri iuran bulanan, Dia menjelaskan anggaran yang tadinya masuk anggaran murni digeser ke anggaran perubahan sambil menunggu validasi data dan tambahan kuota penerima dari dinas terkait.

"Melalui anggaran perubahan, tinggal saat ini validasi data dan tambahan saja," pungkas dia.
(bgs/bgs)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed