detikNews
Sabtu 23 September 2017, 13:14 WIB

Hari Tani, Menteri Amran Luncurkan e-Commerce Khusus Petani

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Hari Tani, Menteri Amran Luncurkan e-Commerce Khusus Petani Menteri Pertanian ikut berebut isi gunungan. (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Semarang - Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, merayakan Hari Tani Nasional di Jawa Tengah. Peringatan itu ditandai dengan meluncurkan aplikasi e-commerce khusus untuk petani bernama 'Rego Pantes'. Amran juga ikut berebut gunungan hasil bumi.

Acara digelar di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jalan Pahlawan, Semarang. Tamu yang hadir tidak hanya pejabat namun juga petani dari berbagai daerah.

Sembilan gunungan hasil tani dipajang untuk diperebutkan oleh hadirin, termasuk Menteri Pertanian. Amran mengaku bangga dengan majunya pertanian di Jateng. Untuk meningkatkan pendapatan petani pada umumnya, kemajuan teknologi pun diperlukan salah satunya dengan aplikasi 'Rego Pantes' (harga pantas) yang diluncurkan hari ini.

Dengan aplikasi tersebut, menurut Amran, setidaknya bisa memangkas rantai pasok dari petani hingga konsumen sehingga harga tidak melambung dan keuntungan yang diperoleh petani pun meningkat.

"Kesejahteraan petani ditingkatkan melalui supply chain (rante pasok), diperpendek dengan IT," kata Amran, Sabtu (23/9/2017).

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, menjelaskan 'Rego Pantes' merupakan salah satu upaya meningkatkan pendapatan petani karena selama ini harus melewati 'middle man' atau perantara yang mengambil keuntungan 10%.

Pembuat aplikasi dari 8villages, Wim Prihanto, selaku Chief Operating mengatakan aplikasi tersebut hanya bisa digunakan oleh petani. Akan ada proses verifikasi akurat dari timnya agar benar-benar petani yang menggunakannya. Jika dirasa ada kejanggalan maka akan dilakukan verifikasi ulang.

Seperti e-commerce lainnya, petani berdagang dengan mengupload foto hasil produknya dan pembeli bisa membuka website untuk memilih. Terkait harga akan ada tim dari 'Rego Pantes' yang selalu melakukan survei.

"Harganya dengan sistem, 2 hari sekali kami survei. Untuk saat ini daerah yang menjadi percontohan adalah Magelang, sedangkan konsumen sementara baru dari Jakarta," ujar Wim.
(mbr/mbr)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com