Perwakilan sopir taksi dan petugas Dishub kemudian dimediasi di Polresta Surakarta. Sambil menunggu mediasi selesai, para sopir taksi tetap bertahan meskipun lokasi tersebut digunakan sebagai pusat kuliner Galabo pada malam hari.
Mediasi di Polresta Surakarta berakhir damai. Kemudian kedua pihak didatangkan ke lokasi untuk berdamai dengan para sopir taksi. Aparat kepolisian pun berjaga di lokasi untuk mengamankan situasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Massa sopir taksi yang memblokade jalan. (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom) |
Meski telah sepakat damai di Polresta, ternyata para sopir yang bertahan di lokasi tidak sepaham. Berbagai sorakan disarangkan kepada petugas Dishub yang dinilai semena-mena.
Akhirnya petugas mengatakan permohonan maafnya kepada pemilik mobil dan seluruh sopir taksi. Dia berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.
"Saya minta maaf karena melakukan tugas tidak sesuai SOP. Kejadian seperti ini tidak akan saya ulangi lagi," ujar Bagas di depan puluhan sopir pelaku blokade jalan, Jumat (22/9/2017 malam.
Bagas dan pemilik mobil, Sadi kemudian bersalaman sebagai tanda damai. Seluruh sopir taksi kemudian bersedia beralih dari pusat kuliner Galabo.
Kapolsek Pasar Kliwon, AKP Aditia Mulya, mengatakan kasus tersebut diselesaikan secara kekeluargaan. Laporan yang sudah dibuat oleh sopir taksi akan dicabut.
"Sudah sepakat damai. Laporannya nanti dicabut," ujarnya. (mbr/mbr)












































Massa sopir taksi yang memblokade jalan. (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)