Lagi, 6 Kambing Milik Warga Gunungkidul Mati Misterius

Usman Hadi - detikNews
Jumat, 22 Sep 2017 18:47 WIB
Kambing ternak di Gunungkidul diduga mati karena dimangsa anjing liar. Foto: Dok Polres Gunungkidul
Gunungkidul - Kambing warga yang mati secara misterius di Gunungkidul kembali terjadi. Kali ini ada enam kambing warga Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul, mati diduga dimangsa anjing liar, dini hari tadi.

"Yang mati ada 6 (kambing), kami sudah cek ke lokasi, ternyata ada gigitan di sekitar leher dan kaki," kata Kepala Seksi Pemerintahan Desa Purwodadi, Suyanto ke wartawan, Jumat (22/9/2017).

Dia menerangkan, sebenarnya hari ini tidak hanya enam kambing warga yang diserang hewan liar, tetapi berjumlah sembilan kambing. Namun tiga kambing lainnya masih hidup dan mengalami luka-luka.

"Itu kambingnya (yang diserang) milik Satino, dua ekor kambing mati dan satu ekor (luka-luka). Juga milik Maryadi, empat ekor kambing mati dan dua ekor luka-luka," bebernya.

Kandang milik kedua warga Desa Purwodadi ini memang berada di tengah ladang, jauh dari area pemukiman warga. Sehingga saat serangan hewan liar terjadi, pemilik hewan ternak dan warga sekitar tidak mengetahui.

"Serangan (hewan liar) yang sekarang agak beda, biasanya kan hanya minum (darah). Sekarang ada bagian tubuh kambing juga dimakan, tapi nggak banyak," ungkapnya.

Karena matinya kambing warga di Desa Purwodadi terus berulang, pihaknya dalam waktu dekat akan mengumpulkan kepala dukuh. Agar setelahnya Kepala Dukuh mengerjakan warga memburu anjing liar, karena hewan ini diyakini warga adalah hewan yang memangsa kambing mereka.

"Kami juga mengimbau ke warga agar membawa pulang ternaknya," paparnya.

Seorang pemilik Kambing, Satino menambahkan, sudah dua kali ini kambingnya diserang hewan liar. Sebelum kejadian hari ini, pertengahan Bulan Agustus lalu seekor kambingnya juga mati misterius.

"Ya harapan saya, semoga ada tindakan nyata dari pemerintah untuk mengatasi masalah ini. Karena jelas (matinya kambing warga secara misterius) meresahkan," pungkasnya. (sip/bgs)