"Iya sudah dikembalikan tadi pagi pukul 01.00 WIB dini hari, setelah pemeriksaan," kata Kapolres Banyumas, AKBP Aziz Andriansyah saat dihubungi wartawan, Jumat (22/9/2017).
Mereka diamankan saat berkegiatan di Bukit Cendana, Desa Ketenger, Kecamatan Baturraden. 36 orang tersebut sempat dimintai keterangan sejak Kamis (21/9) siang hingga Jumat (22/9) dini hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasalnya dalam penggeledahan yang dilakukan warga dan pihak Kepolisian menemukan beberapa benda mencurigakan. Di antaranya senjata tajam, poster bertuliskan menolak Perpu Ormas dan juga bendera hitam bertuliskan kalimat tauhid.
"Belum, kita dalami nanti kegiatannya yang mengarah ke pelanggaran hukum, sementara belum karena mengakunya kegiatan tahun baru Islam, camping biasa dengan kelompok mereka sendiri," ujarnya.
Dari informasi yang diterima, dari kelompok tersebut terdapat beberapa orang mahasiswa Universitas Swasta dan Universitas Negeri yang ada di Kota Purwokerto. Terdapat pula pelajar yang memang diajak oleh salah satu peserta yang masih merupakan kerabatnya sendiri.
"Ada beberarapa mahasiswa, ada juga yang anak SMP, karena dia dititipi ponakan dia sendiri, terus diajak. Jadi ada yang berniat mendatangi, ada yang karena kerabat (lalu) diajak camping," jelasnya.
Pihaknya juga masih menyelidiki keterkaitan kelompok ini dengan ormas yang sudah dilarang. Setelah melalui pemeriksaan secara maraton sejak siang hingga dini hari.
Akhirnya 36 orang tersebut dipulangkan dan akan terus diawasi oleh pihak kepolisian. Karena jika terbukti melanggar KUHP pihaknya akan menindak tegas sesuai hukum yang berlaku.
Saat ditanyai apakah mereka terkait dengan ormas HTI, Aziz tak menampiknya.
"Indikasi ke arah sana (ormas HTI). (nantinya) Cukup dimonitor oleh lingkungan tempat tinggal, bisa orangtua, keluarga ataupun RT," katanya. (arb/sip)











































