"Kondisi (Musiri) hanya luka luar saja, semoga tidak apa-apa dan bisa rawat jalan," kata Tri Wahyudi, rekan Musiri, Kamis (21/9/2017).
Musiri mengatakan, naik ke gunung Merapi bersama rombongannya berjumlah 6 orang yang tergabung dalam Kelompok Pecinta Alam Putra Merbabu. Mulai naik pukul 18.00 WIB Rabu (20/9) dan sampai di Pasar Bubrah pukul 21.00 WIB. Rombongan ini pun berkemah di sana bersama ribuan pendaki lainnya pada malam 1 Suro tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di puncak hanya sekitar setengah jam saja. Selanjutnya mereka turun lagi ke Pasar Bubrah sekitar pukul 06.00 WIB. Saat turun dan mendekati kawasan Pasar Bubrah, sekitar pukul 06.30 WIB, Musiri mengalami celaka.
Dia jatuh tersungkur karena tersandung batu. Tubuhnya pun membentur bebatuan dan mengalami luka-luka di beberapa bagian tubuhnya.
"Setelah jatuh saya langsung pingsan, jadi nggak tahu nggulung berapa kali," imbuh dia.
Tri menambahkan dirinya mengaku sempat khawatir dengan kondisi rekannya mendaki yang tergabung dalam Kelompok Pecinta Alam Putra Merbabu tersebut. Pasalnya, setelah jatuh di kawasan puncak Merapi tersebut, Musiri sempat muntah-muntah saat berdiri.
"Kami sempat khawatir juga. Saya takutnya ada luka di dalam, karena ketika kami papah berdiri muntah, berdiri muntah," jelasnya.
Warga asal Dukuh Bulusari, Desa Kaligentong, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali ini pun harus dievakusi turun oleh tim SAR.
Sampai di Pos New Selo sekitar pukul 13.40 WIB, dia langsung dibawa ke Puskesmas Selo dan selanjutnya dirujuk ke RSUD Pandan Arang, Boyolali. Musiri mengalami luka lecet di dagu dan telinga kanan. Selain itu juga luka lecet di kedua kakinya.
Mendaki gunung Merapi sudah dilukan Musiri sebanyak empat kali. Musri juga mengaku sering mendaki Gunung Merbabu. Selain itu dia juga pernah mendaki Gunung Andong. (sip/sip)











































