Kasi Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rembang, dr Jhon Budi menyebutkan dari jumlah tersebut, rata-rata penambahan Odha (sebutan untuk pengidap HIV/Aids) di Rembang setiap bulannya bertambah 8 orang.
Ia meyakini, jumlah tersebut hanya separuh dari jumlah asli pengidap yang ada di Rembang. Pasalnya, yang selama ini terjadi dalam penemuan kasus HIV baru, ditemukan melalui pemeriksaan yang tanpa sengaja. Diprediksi, jumlah nyata Odha di Rembang baik yang terdata maupun yang tidak, mencapai 800-an orang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut ia menambahkan, penyebarannya merata di seluruh Kecamatan se Kabupaten Rembang. Paling banyak berada di Kecamatan Kota Rembang yakni 57 orang, disusul Kecamatan Kragan dan Lasem masing-masing 45 orang.
"Kalau berdasarkan penambahan jumlah penderita per tahun ini, yang paling banyak Rembang Kota ada 11 orang baru, disusul Pamotan 6 orang, selanjutnya, Kecamatan Sarang, Sulang, Kaliori, dan Pancur, jumlahnya sama 5 orang," ungkapnya.
Rata-rata pengidap HIV berasal dari ibu rumah tangga, sopir dan nelayan. Namun, saat ini juga telah merambah ke kalangan mahasiswa, dan kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS).
"Sekarang prioritasnya ibu hamil kita periksa apakah dia mengidap HIV atau tidak. Kalau iya, maka upaya kami bayinya tidak tertular. Selain itu, kita juga melakukan pemeriksaan di sektor berisiko tinggi, misal di kafe karaoke, lokalisasi, dan tempat-tempat hiburan lainnya," terangnya.
Ia menghimbau agar masyarakat dapat menghindari segala resiko yang bisa menyebabkan penyebaran virus HIV. Namun, tidak berarti mengucilkan pengidap HIV dari lingkungan sosial bermasyarakat. (bgs/bgs)










































