DetikNews
Selasa 19 September 2017, 18:04 WIB

Selama 2017, Pengidap HIV di Rembang Bertambah 57 Orang

Arif Syaefudin - detikNews
Selama 2017, Pengidap HIV di Rembang Bertambah 57 Orang Foto: Arif Syaefudin/detikcom
rembang - Sejak awal tahun 2017 hingga pertengahan bulan September ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rembang mencatat, terjadi pernambahan jumlah pengidap HIV/Aids sebanyak 57 orang. Sedangkan total pengidap HIV di Rembang sejak tahun 2004 mencapai 388 orang.

Kasi Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rembang, dr Jhon Budi menyebutkan dari jumlah tersebut, rata-rata penambahan Odha (sebutan untuk pengidap HIV/Aids) di Rembang setiap bulannya bertambah 8 orang.

Ia meyakini, jumlah tersebut hanya separuh dari jumlah asli pengidap yang ada di Rembang. Pasalnya, yang selama ini terjadi dalam penemuan kasus HIV baru, ditemukan melalui pemeriksaan yang tanpa sengaja. Diprediksi, jumlah nyata Odha di Rembang baik yang terdata maupun yang tidak, mencapai 800-an orang.

"Kebanyakan mereka ditemukan di Rumah Sakit, karena mereka merasakan gejala penyakit dan akhirnya baru diketahui setelah periksa. Padahal di luar itu yang tanpa gejala banyak sekali. Di Rembang ada 800-an, sedangkan yang sudah diketahui baru hampir separuhnya saja," jelas Jhon Budi di kantor, Selasa (19/9/17).

Lebih lanjut ia menambahkan, penyebarannya merata di seluruh Kecamatan se Kabupaten Rembang. Paling banyak berada di Kecamatan Kota Rembang yakni 57 orang, disusul Kecamatan Kragan dan Lasem masing-masing 45 orang.

"Kalau berdasarkan penambahan jumlah penderita per tahun ini, yang paling banyak Rembang Kota ada 11 orang baru, disusul Pamotan 6 orang, selanjutnya, Kecamatan Sarang, Sulang, Kaliori, dan Pancur, jumlahnya sama 5 orang," ungkapnya.

Rata-rata pengidap HIV berasal dari ibu rumah tangga, sopir dan nelayan. Namun, saat ini juga telah merambah ke kalangan mahasiswa, dan kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS).

"Sekarang prioritasnya ibu hamil kita periksa apakah dia mengidap HIV atau tidak. Kalau iya, maka upaya kami bayinya tidak tertular. Selain itu, kita juga melakukan pemeriksaan di sektor berisiko tinggi, misal di kafe karaoke, lokalisasi, dan tempat-tempat hiburan lainnya," terangnya.

Ia menghimbau agar masyarakat dapat menghindari segala resiko yang bisa menyebabkan penyebaran virus HIV. Namun, tidak berarti mengucilkan pengidap HIV dari lingkungan sosial bermasyarakat.
(bgs/bgs)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed