Peristiwa itu terjadi di Desa Tembelangunung, Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan, Selasa (19/9/2017). Pelaku bernama Eko. Korban bernama Sugeng (55) warga Dusun Petungkon RT 02/RW 02 yang masih bertetangga.
Korban yang dikenal sebagai seorang dukun atau tabib ini, tewas di dalam rumahnya sendiri dengan luka bacok di sekujur tubuhnya. Seusai menganiaya pelaku melarikan diri dan sampai saat belum tertangkap.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan keterangan istri korban, Kalipah (45), sekitar pukul 08.30 WIB mendatangi rumah korban. Pelaku membawa golok kemudian masuk kamar dan menganiaya korban hingga luka-luka.
"Saya lagi duduk. Dia (pelaku) masuk rumah sambil bawa golok. Sebelumnya tidak pernah punya masalah. Sama orangtuanya juga gak pernah apalagi sama anaknya (pelaku)," kata Kalipah.
Saat kejadian, Kalipah sendiri tidak bisa berbuat banyak, karena merasa takut. Dirinya hanya berteriak minta tolong kepada tetangga. Korban meninggal dunia di rumahnya dengan luka parah.
"Saya hanya mendengar gaduhnya. Saya lihat sudah berlumuran darah," kata Ina (30), tetangga korban.
Pelaku langsung kabur meninggalkan rumah korban. Eko kemudian membawa serta kedua orangtuanya untuk turut kabur masuk ke hutan pinus.
Aparat Polres Pekalongan sampai saat ini masih melakukan pengejaran. Tersangka atau pelaku mengajak kedua orangtuanya untuk lari ke hutan.
"Sampai saat ini, kita hanya menemukan ayah tersangka yang ditemukan di dalam hutan. Sedangan ibu tersangka diamankan oleh petugas Polsek Paninggaran yang saat itu berada di rumah saudaranya di Gunungsurat wilayah Lebakbarang," kata Kapolsek Lebakbarang AKP Slamet Mardiyanto.
Menurut Slamet pelaku belum tertangkap Polres Pekalogan masih melakukan pengejaran dengan melibatkan polsek terdekat.
"Ada informasi sementara bapaknya sakit tidak kunjung sembuh. Dia (tersangka) menduga yang membuat sakit itu adalah korban, sehingga terjadi penganiayaan," pungkas Slamet Mardiyanto. (bgs/bgs)










































