Kekeringan yang melanda Rowosari saat ini berada di RW 09 tepatnya di RT 03, RT 04, dan sebagian RT 05. Untuk minum, warga biasa membeli air galon isi ulang. Sedangkan untuk mandi dan mencuci mereka menunggu bantuan droping air atau mengambil di sungai.
"Saya asli sini, sejak kecil. Ya setiap tahun seperti ini (kekeringan), 3 bulan, pernah juga sampai 6 bulan," kata salah satu warga Riyanto (55) di Rowosari, Selasa (19/9/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bersih atau tidaknya ya seperti itu. Kalau buat minum dan masak saya beli isi ulang," tandasnya.
Riyanto beberapa bulan lalu membuat sumur dan memang keluar sedikit air namun tetap tidak bisa memenuhi kebutuhan. Sumur-sumur warga lainnya pun sama mulai surut sehingga sulit dimanfaatkan.
"Ini saya buat sumur kedalaman masih 7 meter. Mau coba didalamkan lagi," imbuh Riyanto.
Warga lainnya, Partono menambahkan bantuan droping air bersih minimal seminggu sekali pasti ada dari beberapa pihak antara lain pemerintah kota, kepolisian, dan perusahaan. Tapi tetap saja jumlahnya tidak bisa memenuhi kebutuhan seluruh warga.
"Kalau untuk musala, kami warga patungan beli air 1 tangki," kata Partono.
Setiap tahunnya, lama kekeringan di Rowosari beragam namun rata-rata 3 bulan.
Warga berharap air pam yang sudah terpasang bisa mengalir ke RT-RT yang kekeringan tersebut. Selain itu proyek pemasangan aliran artetis di sana juga diharapkan bisa diperbaiki agar air bisa mengalir.
"Pernah dipasang artetis di 2 tempat, tapi tidak ada airnya. Sudah sejak 7 tahun lalu yang pertama kemudian kedua sudah 3 tahunan lalu," pungkas Partono.
Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD Kota Semarang, Agus Harmunanto mengatakan dampak kekeringan di Kota Semarang semakin sedikit dibanding ketika kemarau tahun lalu. Salah satu faktornya yaitu mulai dialirinya daerah-daerah potensi kekeringan dengan air PDAM.
"Di Kota Semarang karena PDAM sudah ada saluran di mana-mana. Hanya sebagian kecil hanya butuh air bersih, sudah antisipasi dengan PDAM," kata Agus.
Agus menghimbau jika ada warga yang butuh bantuan droping air bisa menghubungi BPBD Kota Semarang 024-6730212 . Saat ini baru 2 lokasi saja yang meminta bantuan kiriman air bersih. Hal itu dimungkinkan karena adanya bantuan dari pihak lain.
"Kita siap 24 jam. Tapi air ini bukan untuk pengairan sawah," tandasnya.
Dari catatan BPBD, setidaknya ada beberapa kelurahan di 6 Kecamatan yang menjadi langganan kekeringan. Namun tahun ini berbeda karena beberapa diantaranya sudah teraliri air PDAM.
"Pemkot melalui Wali Kota sudah mmbuat saluran PDAM ke daerah yang berpotensi kekeringan. Jumlahnya menurun dibanding tahun lalu," terang Agus. (alg/bgs)











































