DetikNews
Senin 18 September 2017, 14:03 WIB

Obat Kuat Palsu dari Jepara, Bahannya dari Kopi Hingga Tetes Mata

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Obat Kuat Palsu dari Jepara, Bahannya dari Kopi Hingga Tetes Mata Obat racikan Nazar siap edar. (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Semarang - Polda Jateng menangkap M Nazarudin, peracik obat kuat palsu di Jepara. Nazar meracik obatnya dari bahan asal-asalan lalu diberi label merk terkenal. Bahan yang dipakai dari kopi, air mineral hingga tetes mata.

Barang bukti yang disita dari rumahnya di Dukuh Krajan RT 1 RW 1 Desa Jambu, Mlonggo, Jepara, diangkut 1 mobil pick up penuh. Jenis obat yang diproduksi adalah obat pelangsing wanita, obat perangsang wanita, dan obat vitalitas untuk pria.

Kasubdit I Industri Perdagangan dan Investasi (Indagsi) Dit Reskrimsus Polda Jateng, AKBP Egy Andrian Suez, mengatakan bahwa selain tidak mengantongi surat izin edar, Nazar juga meracik obat dari bahan seadanya dan diberi merek atau label berbeda-beda yang sudah terkenal di pasaran.

Egy menjelaskan untuk obat pelangsing hanya dibuat dari serbuk kopi kemudian dimasukkan ke kapsul dan dijual Rp 100 ribu sampai Rp 150 ribu per botol isi 30 kapsul.

"Obat perangsang wanita cara membuatnya hanya dari air mineral biasa dimasukkan dalam botol kemasan ditetesi obat tetes mata. Harganya Rp 100 ribu sampai Rp 150 ribu," terang Egy.

Baca juga: Polda Jateng Tangkap Produsen Obat Kuat Palsu di Jepara


Sedangkan yang paling mahal yaitu obat vitalitas pria yang dihargai Rp 100 ribu sampai Rp 400 ribu per botol isi 30 kapsul. Padahal bahannya hanya serbuk purwoceng yang dimasukkan ke kapsul.

"Mereknya macam-macam ini, tapi bahannya sama. Untuk obat oles dari silikon," pungkas Egy.

Obat Kuat Palsu dari Jepara, Bahannya dari Kopi Hingga Tetes MataNazar dalam gelar perkara di Polda Jateng. (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)

Barang bukti yang diamankan polisi dari rumah Nazar antara lain 2 karung bubuk kopi, 2.340 botol kosong, 425 botol obat kuat siap edar, ribuan label kemasa, dan bahan-bahan pembuat obat ilegal.

Nazar sudah menggeluti usaha itu sejak 2009 itu, kini omzetnya mencapai Rp 30 sampai Rp 60 juta per bulan. Obat kuat buatan Nazar itu sudah beredar ke seluruh Indonesia. Dalam sehari setidaknya ada pengiriman 30 sampai 60 paket.

Dia memasarkannya lewat online termasuk dari situs bintanglarista.com dan kliniksehat.com kemudian konsumen menghubungi ponsel tersangka yang tertera di website.

"Omzetnya sampai Rp 60 juta, modusnya menjual lewat online. Semua dijual online tidak ada COD. Kalau ada komplain (ponsel) matikan," kata Egy.

Dia dijerat Pasal 197 jo Pasal 106 ayat (1) Undang-undang RI nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman bui 15 tahun dan denda Rp 1,5 miliar.

"Kita juga lapis dengan Pasal 62 jo Pasal 8 ayat 1 huruf a Undang-undang Perlindungan Konsumen. Ini akibatnya ke kesehatan. Tersangka sementara baru satu ini, masih dikembangkan," kata Egy.
(mbr/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed