Mahasiswa UGM Tewas Terjatuh dari Atap Kampus

Mahasiswa UGM Tewas Terjatuh dari Atap Kampus

Bagus Kurniawan - detikNews
Minggu, 17 Sep 2017 11:39 WIB
Mahasiswa UGM Tewas Terjatuh dari Atap Kampus
Foto: Bagus Kurniawan/detikcom
Sleman - Eko Nur As'adi, mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) meninggal dunia setelah terjatuh dari atap lantai 2 di kampus. Korban meninggal dunia di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta.

Korban adalah mahasiswa Diploma Teknik Mesin, Sekolah Vokasi (SV) UGM. Korban meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit, Sabtu (16/9/2017) pukul 19.00 WIB.

Sebelum peristiwa kecelakaan itu terjadi, korban bersama sejumlah rekannya melakukan kegiatan di kampus SV, Teknik Mesin di Sekip, Bulaksumur Yogyakarta sekitar pukul 17.00 WIB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Korban terjatuh dari atap lantai 2, kemudian dibawa rekan-rekannya bersama SKK (Satuan Keamanan Kampus) UGM ke Sardjito," kata Kepala Bagian Humas dan Protokol UGM, Iva Ariani dalam keterangan tertulisnya, di Yogyakarta, Minggu (17/9/2017).

Namun setelah mendapatkan pertolongan di intensif di Sardjito lanjut Iva, nyawa Eko tidak tertolong. Korban meninggal dunia sekitar pukul 19.07 WIB di rumah sakit.

Menurutnya berdasarkan keterangan beberapa saksi mata sebelum kejadian, korban bersama dengan sejumlah rekan di kampus sedang mengikuti kegiatan mahasiswa di selasar barat lantai 2 Kampus Diploma Teknik Mesin di Sekip.

Mereka memutuskan untuk pindah ke selasar timur yang lebih luas arealnya. Sebagian teman korban memutar dengan melewati selasar selatan.
Namun dia justru mengambil jalan pintas lewat bagian tengah dan kemudian terjatuh.

"Saat akan berjalan korban terpeleset sehingga atap asbes yang diinjaknya jebol. Korban terjatuh ke lantai 1. Korban kemudian dibawa ke rumah sakit," katanya.

Iva menambahkan pada malam itu juga pimpinan SV UGM langsung menangani dan menghubungi keluarga di Bekasi. Jenazah Eko sudah langsung di bawa ke Bekasi.

"Kami semua mengucapkan turut berduka cita atas kejadian ini. Saat ini pihak kampus masih melakukan investigasi dengan mengumpulkan keterangan dari beberapa saksi untuk proses selanjutnya," pungkas Iva. (bgs/bgs)


Berita Terkait