DetikNews
Kamis 14 September 2017, 22:38 WIB

Pimpro Pelabuhan PLTU Cilacap Tilep Uang Rp 1 M untuk Foya-foya

Arbi Anugrah - detikNews
Pimpro Pelabuhan PLTU Cilacap Tilep Uang Rp 1 M untuk Foya-foya Foto: Satreskrim Polres Cilacap
Cilacap - Unit Tindak Pidana Terpadu (Tipiter) Sat Reskrim Polres Cilacap menangkap salah satu pimpinan proyek pelaksana pembangunan pelabuhan PLTU Karangkandri, Cilacap. Dia diduga menggelapkan uang pajak perusahaan lebih dari Rp 1 milliar.

Kasus tersebut diduga juga melibatkan tiga pekerja asing PT Tianji sebagai salah satu pelaksana proyek Jeti atau pelabuhan khusus batu bara PLTU Karangkandri Cilacap.

Dari hasil pemeriksaan polisi, uang tersebut digunakan tersangka Totok (39) untuk berfoya-foya. Salah satunya dihabiskan untuk berkaraoke hingga Rp 81 juta.

Kasus itu berawal pada bulan Januari hingga Mei 2017 saat salah satu pemodal perusahaan penyuplai batu bolder, mentranfser uang dengan total Rp 1.285.798.100 kepada tersangka.

"Uang tersebut seharusnya digunakan tersangka untuk membayar pajak PPN ke Kantor Pajak Cilacap. Tetapi ternyata digunakan tersangka untuk kepentingannya sendiri," kata Kanit Tipiter Ipda Adi Herlambang kepada wartawan di Mapolres Cilacap, Kamis (14/9/2017).

Menurut dia, tersangka ini merupakan warga Desa Tegalwaton, Kecamatan Tenggaran, Kabupaten Semarang. Di Cilacap, dia menyewa dan tinggal di rumah kos Avior. Sejumlah barang bukti yang disita diantaranya beberapa struk transfer, buku rekening serta dokumen laporan pajak.

Modusnya, lanjut dia, tersangka memalsukan laporan berbagai dokumen pajak yang seharusnya dibayarkan. Perusahaan penyuplai boulder sendiri, dalam hal ini PT Bangkit Samudra Berlian mengecek ulang semua dokumen tersebut. Setelah dilakukan pengecekan, terungkap dokumen laporan pajak tersebut ternyata palsu.

"Dari laporan para korban, kami telah memeriksa para saksi dan menyita sejumlah barang bukti. Tersangka ditahan guna kepentingan penyidikan," ujarnya.

Dari perbuatannya tersebut, tersangka dijerat dengan pasal 372 KUHP tentang penggelapan dengan ancaman hukuman empat tahun penjara. Sementara tiga WNA karyawan PT Tianji yang diduga ikut terlibat dalam kasus tersebut, sudah pulang ke negara asalnya di China.

"Kami belum sempat periksa ketiga WNA yang diduga ikut terlibat, mereka sudah kembali ke negara asal. Itu yang menjadi kesulitan penyidik," ucapnya.
(arb/bgs)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed