DetikNews
Kamis 14 September 2017, 19:08 WIB

Puluhan Paus Terlihat di Pantai Gunungkidul, Pertanda Apa Ya?

Usman Hadi - detikNews
Puluhan Paus Terlihat di Pantai Gunungkidul, Pertanda Apa Ya? Paus terlihat di Pantai Nguyahan Gunungkidul. Foto: Dok Satlinmas Rescue
Gunungkidul - Puluhan ekor paus sejak awal September ini terlihat di sepanjang Pantai Gunungkidul. Mamalia tersebut diduga menepi karena mengejar ikan-ikan kecil yang juga menepi ke pinggir pantai.

"Setahu saya, kalau musim-musim kayak gini paus itu menepi karena ngejar ikan-ikan kecil-kecil," kata Sekretaris I Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Baron, Surisdiyanto saat dihubungi detikcom, Kamis (14/9/2017).

Menurutnya kemunculan puluhan paus tersebut adalah fenomena tahunan, bukan kali pertama mamalia berukuran besar tersebut terlihat di pantai Gunungkidul. Warga sepanjang pantai pun, kata Surisdiyanto, sudah familiar dengan kemunculan paus.
Paus terlihat di Pantai Nguyahan Gunungkidul.Paus terlihat di Pantai Nguyahan Gunungkidul. Foto: Dok Satlinmas Rescue
"Sepengetahuan kami itu (paus) terlihat di sepanjang pantai di Gunungkidul. Baik di Pantai Sepanjang maupun Pantai Indrayanti petugas kami menjumpai paus," tuturnya.

Surisdiyanto melanjutkan, waktu kemunculan paus tidak tentu, terkadang pagi, siang, sore, atau bahkan malam. Sementara tidak setiap hari kemunculannya terpantau oleh petugas Satlinmas Rescue.

Paus terlihat di Pantai Nguyahan Gunungkidul.Paus terlihat di Pantai Nguyahan Gunungkidul. Foto: Dok Satlinmas Rescue
"Terakhir kelihatan Rabu kemarin di Pantai Nguyahan. Kalau hari ini tidak ada anggota yang memonitor. Kalau yang paling banyak dijumpai itu pas hari Minggu, itu hampir puluhan (paus) termonitor di Pantai Indrayanti," jelas Surisdiyanto.

Kemunculan paus di sekitar pantai Gunungkidul disebutnya tidak membahayakan wisatawan. Oleh karenanya, dia meminta agar wisatawan tak khawatir dengan fenomena kemunculan paus di Pantai Selatan ini.

"Fenomena itu bukan hal yang asing bagi kami. Selama ini juga (paus) belum ada yang termonitor membahayakan wisatawan. Kalau imbasnya ke nelayan ada, ya paling pada rusak jaringnya," pungkasnya.
(sip/sip)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed