DetikNews
Kamis 14 September 2017, 12:49 WIB

Pasutri Tewas Dalam Bedcover

Perjalanan Husni, Resign dari Krakatau Steel lalu Jadi Pengusaha

Sukma Indah Permana - detikNews
Perjalanan Husni, Resign dari Krakatau Steel lalu Jadi Pengusaha Husni dan Zakiah. Foto: Istimewa
Yogyakarta - Korban pembunuhan Husni Zakarsih (58) dan Zakiah Husni (53) dikenal sebagai pengusaha garmen sukses di Jakarta. Perjalanan panjang keduanya dimulai sejak tahun 1990, saat Husni memutuskan resign dari PT Krakatau Steel.

Husni kemudian mengubah haluan di bidang usaha garmen di Jakarta bersama istrinya.

Dengan kegigihanya, usaha konfeksi ini berkembang pesat. Husni yang bergelar master bisnis internasional alummnus Universitas Indonesia (UI) ini merupakan pemilik merek dagang Alton Kids. Usaha gamen yang dirintisnya mulai maju pesat.

Sekitar tahun 2005, dia dan istrinya mulai melirik pasar luar negeri, mulai Asia, Amerika, Eropa hingga Afrika.

"Di Pekalongan, beliau memperkerjakan warga sini untuk ikut memproduksinya," kata salah seorang kerabat Husni, Imadudin (35) kepada detikcom di rumah duka di Pekalongan, Selasa (12/9) lalu.

Namun pabrik garmen milik Husni di Tangerang tutup saat menjelang Lebaran lalu. Dari sinilah sumber tragedi barangkali muncul.

Tiga orang mantan karyawan yakni Ahmad Zulkifli, E Kuswara (33) , Sutarto (46) sakit hati karena tak diberi pesangon. Dua di antaranya yakni Ahmad Zulkifli dan Sutarto sudah bekerja pada Husni selama puluhan tahun.

Atas dasar pesangon yang tak diperoleh, ketiga orang ini membantai Husni dan Zakiah dengan sadis pada Minggu (10/9) malam. Mayat keduanya ditemukan pada Senin (11/9) dalam kondisi terbungkus bedcover di Sungai Klawing, Purbalingga.

Husni dan Zakiah meninggalkan empat orang anak, terdiri dari dua anak laki-laki dan dua anak perempuan.

Seorang kerabatnya yang lain, Maskuri, menceritakan, meski telah sukses, pasangan suami istri ini tidak melupakan warga miskin di sekitarnya baik di Pekalongan maupun di Jakarta.

"Orangnya baik hati dan dermawan juga tidak sombong. Walaupun telah sukses di Jakarta, beliau kerap mondar-mandir di Pekalongan, sekedar menyalami warga miskin," kata Maskuri yang merupakan warga Banyuripalit.

Menurut Maskuri, hampir setiap empat bulan sekali, kedua pasangan suamai istri ini membagikan rejeki bagi warga yang kurang mampu.

"Biasanya empat bulan sekali, mereka membagi sembako untuk ratusan warga yang kurang mampu baik di lingkungan Banyuripalit maupun Buaran," kata Maskuri.

Menurut Maskuri, Husni juga merupakan seorang hafiz (orang yang hafal Alquran) ini, menjadi bapak asuh dari ratusan anak yatim-piatu. Ratusan anak yatim piatu ini, diberi beasiswa untuk bersekolah.

"Hatinya sungguh mulia, selain anak yatim, mereka juga kerap membantu perlengkapan mushola di beberapa wilayah, seperti alat ibadah dan karpet," terangnya.

Bahkan, impian yang belum terwujud sebelum kedunya dibunuh dengan keji yakni membangun sebuah masjid.

"Rencana pembangunan masjid tahun ini di gang sebelah. Tahun kemarin, sudah membeli tanah dan hari ini sedianya membawa uang untuk membangun masjid," beber keponakan Zakiah ini.
(sip/bgs)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed