Peristiwa terjadi pada Rabu (13/9/2017) pagi. Bus pariwisata Prima Santosa itu baru keluar dari hotel Noorman yang ada di Jalan dr Wahidin, Semarang. Bus membawa 18 peziarah dari Pasuruan yang akan pergi ke Pekalongan.
"Saya sudah merasa bus jalannya tidak nyaman waktu keluar hotel, terus saya lompat," kata kernet bus, Sony Prasongko (30) di lokasi kejadian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi bus usai kecelakaan. (Foto: dokumen Jasa Raharja) |
Ketika tiba di traffic light dekat pintu samping Akpol, sopir bus, M Sufar, mulai panik dan berusaha menghindari kendaraan di depannya dengan mengambil jalur kanan atau arah berlawanan.
Saat itu bus justru menghantam 2 motor yaitu Honda Beat bernopol H 3601 AWG dan Yamaha Vixion bernopol H 6136 BCG. Bus masih melaju kencang sembari menyeret Honda Beat dan menabrak mobil Innova bernopol H 8543 MY dari arah berlawanan hingga akhirnya berbelok ke kiri berhenti di parit.
"Setelah menabrak mobil, bus masih melaju menyeret Honda Beat sampai berhenti nabrak parit," kata Kanit Laka Lantas Porestabes Semarang, AKP Sugito.
Selain kepolisian, PT Jasa Raharja juga mendatangi lokasi dan mendata korban tewas untuk penyerahan santunan. Diketahui 2 korban tewas di lokasi bernama David Vidi Noor Jandhy (30) warga Komplek Akpol Blok F Rt 02 RW 06, Gajahmungkur Semarang yang merupakan pengendara Honda Beat dan Eko Susilo (34) warga Lempongsari I RT 4 RW 3, Gajahmungkur Semarang pengendara Yamaha Vixion.
Motor korban. 2 pemotor tewas dalam kejadia tersebut. (Foto: Angling AP/detikcom) |
Kepala Jasa Raharja Jawa Tengah, Harwan Muldidarmawan, mengatakan korban dijamin Undang-undang nomor 34 tahun 1964. Ahli waris korban tewas akan secepatnya menerima santunan Rp 50 juta.
"Akan kami berikan secepatnya, jika hari ini sudah komplit bisa hari ini atau maksimal besok," kata Harwan.
Saat ini polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara sementara sopir bus dibawa ke Satlantas Polrestabes Semarang untuk dimintai keterangan. Dugaan sementara penyebab kecelakaan yaitu kelalaian sopir dan rem blong.
"Diduga penyebab karena kelalaian, untuk masalah rem blong nanti ada tim ahli," lanjut Sugito. (alg/mbr)












































Kondisi bus usai kecelakaan. (Foto: dokumen Jasa Raharja)
Motor korban. 2 pemotor tewas dalam kejadia tersebut. (Foto: Angling AP/detikcom)