Polisi Selidiki Pelemparan Kaca Gudang Arsip DPPKA DIY

Polisi Selidiki Pelemparan Kaca Gudang Arsip DPPKA DIY

Edzan Raharjo - detikNews
Senin, 11 Sep 2017 17:25 WIB
Polisi Selidiki Pelemparan Kaca Gudang Arsip DPPKA DIY
Foto: Edzan Raharjo/detikcom
Yogyakarta - Polisi menyelidiki kasus pelemparan gudang arsip Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan Aset (DPPKA) Daerah Istimewa Yogyakarta. Sedikitnya 10 kaca jendela gudang pecah terkena lemparan batu.

Polisi masih menyelidiki motip pelemparan di gudang arisp yang dilakukan orang tidak dikenal. Aksi tersebut dimungkinkan terjadi pada saat hari libur akhir pekan pada hari Sabtu kemarin.

Pihak kepolisian dari Polsek Jetis Yogyakarta telah melakukan penyelidikan di gudang yang berada di jalan Jenggotan No 5A Yogyakarta. Polisi telah membawa sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kanit Reskrim Polsek Jetis Yogyakarta, Iptu Muzaki mengatakan barang bukti yang dikumpulkan dari lokasi yaitu kaca dan batu. Polisi juga meminati keterangan dari saksi yakni penjaga gudang. berdasarkan keterangan sementara, peristiwa pelemparan batu terjadi pada hari Sabtu (9/9/2017) sekitar pukul 18.30 WIB.

"Ada sekitar 10 kaca jendela (yang dipecah). Kita masih penyelidikan, saksi-saksi dan barang bukti sudah kita kumpulkan,"kata Muzai di Polsek Jetis Yogyakarta.

"Ada sekitar 10 kaca jendela (yang dipecah). Kita masih penyelidikan, saksi-saksi dan barang bukti sudah kita kumpulkan," kata Muzai di Polsek Jetis, Yogyakarta.
Barang bukti batu yang ditemukan di gudang arsip DPPKA DIYBarang bukti batu yang ditemukan di gudang arsip DPPKA DIY Foto: Edzan Raharjo/detikcom


Kepolisian menyayangkan tidak adanya CCTV di gudang miliki Pemda DIY tersebut. Pelemparan kaca jendela gudang arsip DPPKA ini baru pertama kali. Polisi masih melakukan penyelidikan apa motif pelemparan tersebut.

"Motif masih dalam penyelidikan," katanya.

Beberapa batu sebesar genggaman tangan telah dikumpulkan polisi. Batu-batu tersebut ditemukan di dalam gudang. (bgs/bgs)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini