Ratusan Awak Angkot Tegal Demo Tolak Transportasi Online

Ratusan Awak Angkot Tegal Demo Tolak Transportasi Online

Imam Suripto - detikNews
Senin, 11 Sep 2017 11:47 WIB
Ratusan Awak Angkot Tegal Demo Tolak Transportasi Online
Foto: Imam Suripto/detikcom
Tegal - Ratusan awak angkutan di Kota Tegal, Jawa Tengah menggelar aksi demo memprotes beroperasinya layanan transportasi online. Beroperasinya transportasi online ini menurut mereka telah mengurangi pendapatan angkutan konvensional.

Peserta aksi yang tergabung dalam Aliansi Transportasi Tegal yang terdiri dari awak angkutan kota jurusan Tegal-Banjaran, Tegal-Slawi dan ojek di sejumlah pangkalan dan para tukang becak. Demo diawali dari depan Kantor DPRD Kota Tegal menuju Kantor Balaikota dengan menggunakan armada masing masing. Sepanjang perjalanan mereka meneriakkan yel-yel menolak terhadap beroperasinya transportasi online.

Di depan kantor Balaikota Tegal, mereka berorasi bergantian agar Pemkot segera merespon aspirasinya. Mereka meminta agar Plt Walikota, Nursholeh segera menanggapi dengan membubarkan bisnis transportasi berbasis online.

Ketua Aliansi Transportasi Tegal, Bambang menegaskan, transportasi online di Kota Tegal dan sekitarnya harus dibubarkan. Alasanyannya pendapatan seluruh angkot dan ojek termasuk becak mengalami penurunan. Keberadaan Gojek dan Grab di Tegal menurut Bambang tidak sesuai dengan aturan.

"Kota Tegal itu kan relatif kecil wilayahnya, jadi bila ada armada online bisa habis pendapatan kami," kata Bambang.

Menurutnya aksi ini adalah kelanjutan dari aksi protes yang pernah disampaikan sebelumnya. Beberapa kali, Aliansi Transportasi Tegal ini menyampaikan keberatan melalui audensi, namun tidak ada hasilnya.

"Hari ini demo masih kondusif, namun mereka akan marah kalau aspirasinya tidak diperhatikan," ujarnya.

Kehadiran transportasi online lanjut Bambang membuat masyarakat malas menggunakan ojek dan angkutan kota serta becak. Mereka menerapkan tarif yang sangat murah di bawah tarif transportasi biasa.

"Dulu setiap hari ojek-ojek di pangkalan bisa narik penumpang minimal empat kali. Sekarang tidak jarang ojek pangkalan, sama sekali tidak mendapatkan penumpang," ungkap Riky, salah seorang awak angutan kota.
Demikian juga yang dialami para tukang becak dan dan sopir angkutan umum. Dulu tidak pernah kekurangan penumpang, namun saat ini pendapatan berkurang karena ditinggal penumpang.

Saat ini massa masih melakukan aksi demo di depan kantor Walikota Tegal. Puluhan petugas dari Mapolresta Tegal diterjunkan untuk mengamankan jalannya aksi.
(bgs/bgs)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads