"Ini yang kasus ketiga kalinya di tahun ini," ujar Agus Prabowo Kepala Balai Taman Nasional Karimunjawa, Kamis (7/9/2017).
Kerusakan terakhir terjadi pada Agustus lalu. Kapal-kapal tongkang tersebut bersandar untuk berlindung dari cuaca buruk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kerusakan pertama dan kedua terjadi di tempat wisata, sedangkan kerusakan terakhir terjadi di zona tradisional perikanan.
"(Kerusakan) Yang pertama dan kedua adalah (karena) tongkang yang memuat batubara, sementara kasus ini (kali ini karena) mengangkut crane mau dibawa ke Pare-pare. Namun berlindung di Karimunjawa," kata Agus. (sip/sip)