DetikNews
Kamis 07 September 2017, 15:01 WIB

Massa Aksi Sopir Taksi di Semarang Hadang Mobil, Polisi Turun Tangan

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Massa Aksi Sopir Taksi di Semarang Hadang Mobil, Polisi Turun Tangan Suasa aksi sopir taksi di Semarang. (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Semarang - Aksi unjuk rasa sopir taksi konvensional di Jalan Pahlawan, Semarang, sempat ricuh karena oknum sopir taksi mencegat mobil yang diduga armada angkutan umum online. Petugas kepolisian yang berjaga langsung berusaha melakukan pengamanan.

Aksi unjuk rasa sebenarnya sudah rampung setelah perwakilan ditemui oleh Asisten 2 Setda Provinsi Jateng. Namun tiba-tiba ada mobil yang dikejar sopir taksi dan mobil tersebut masuk ke kantor Kejati Jateng di Jalan Pahlawan yang berhadapan dengan lokasi ujuk rasa.

Arus lalu lintas selama aksi di Jalan Pahlawan memang direkayasa dengan menutup satu lajur dari arah Selatan ke Utara. Setelah mobil yang dikejar dan masuk kantor Kejati Jateng, ada mobil lain setelah itu yang juga dihadang.

Kerumunan sopir taksi mengelilingi mobil tersebut dan kemudian petugas kepolisian langsung melakukan pengamanan. Salah satu polisi segera masuk kursi tengah mobil agar sopir aman. Perlahan mobil warna silver itu melewati kerumunan massa dan menjauh.

Massa Aksi Sopir Taksi di Semarang Hadang Mobil, Polisi Turun TanganAksi sopir taksi di Semarang. (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)

Polisi kemudian membawa salah satu sopir taksi untuk masuk ke halaman kantor Gubernur Jateng. Namun beberapa temannya berusaha menarik sopir tersebut, bahkan sopir-sopir lainnya membuka gerbang agar terbuka lebar hingga mereka masuk.

Dialog antara polisi dan para sopir terjadi di halaman kantor Gubernur Jateng dan diputuskan agar massa membubarkan diri. Para sopir kemudian menuju taksi-taksi mereka. Sempat ada ketegangan karena KTP sopir masih dibawa polisi untuk didata.

Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Yuswanto Ardi, membenarkan tadi ada kendaraan yang diduga taksi online dan dikerumuni massa pengunjuk rasa. Ia juga menegaskan tidak ada penahanan KTP, namun hanya pendataan.

"Kebetulan tadi ada kendaraan diduga taksi online, ternyata bukan. Sudah didinginkan dan musyawarahkan, selesai. KTP tidak ditahan hanya pendataan," kata Yuswanto di lokasi, Kamis (7/9/2017).

Massa yang berasal dari berbagai daerah itu kemudian membubarkan diri. Masing-masing daerah dikawal oleh mobil Satlantas dari Polres tempat asal. Rencananya hari Jumat (7/9) besok para sopir taksi konvensional akan datang lagi dan beraudiensi dengan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo.

Untuk diketahui, aksi para sopir taksi konvensional itu diikuti sekitar 40 perusahaan taksi di Jateng. Mereka menyerukan tuntutannya terkait keberadaan taksi online yang dianggap ilegal dan merugikan, termasuk setelah Makamah Agung mencabut 14 poin di 14 pasal dalam Permenhub nomor 26 tahun 2017. Mereka ingin agar taksi online tidak beroperasi sampai ada aturan tetap
(alg/mbr)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed