DetikNews
Kamis 07 September 2017, 12:45 WIB

Ratusan Sopir Taksi Gelar Aksi di Semarang Soal Angkutan Online

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Ratusan Sopir Taksi Gelar Aksi di Semarang Soal Angkutan Online Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Semarang - Ratusan sopir taksi dari berbagai daerah di Jawa Tengah hari ini menggelar aksi di Semarang. Jalan Pahlawan Semarang ditutup satu ruas mulai dari depan Gedung Perhutani Jawa Tengah Hingga gedung DPRD Jawa Tengah untuk menampung massa dan armada-armada taksi yang mereka bawa. Sampai siang ini mereka masih terus berdatangan.

Para sopir taksi berorasi dan menyerukan tuntutannya terkait keberadaan taksi online yang dianggap ilegal dan merugikan, bahkan setelah Makamah Agung mencabut 14 poin di 14 pasal dalam Permenhub nomor 26 tahun 2017. Mereka ingin agar taksi online tidak beroperasi sampai ada aturan tetap.

Ketua Forum Taksi Jawa Tengah, Medy, mengatakan aksi saat ini diikuti 40 perusahaan taksi se-Jawa Tengah. Rencananya ada sekitar 1.000 lebih sopir taksi yang nantinya akan bergabung.

"Pesertanya nanti lebih dari 1.000 orang. Ini masih ada yang perjalanan," kata Medy, Kamis (7/9/2017).

Ratusan Sopir Taksi Gelar Aksi di Semarang Soal Angkutan OnlineFoto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom

Medy menganggap ada pihak yang menjadikan mobil plat hitan sebagai angkutan publik yang berarti mengabaikan perundangan dan tatanan hukum. Selain itu menghancurkan tata kelola transportasi publik yang sudah terstandarisasi.

"Kasihan juga Bupati dan Wali Kota, sulit untuk mengaturnya," imbuh Medy.

Dengan adanya angkutan umum berbasis online plat hitam, lanjut Medy, omzet taksi konvensional jelas terpengaruh. Di tempatnya bekerja, Gelora Taxi, pendapatan bisa berkurang sampai 40% sejak ada taksi online.

"Di Solo jumlah taksi online itu melebihi yang resmi," ujarnya.

Ratusan Sopir Taksi Gelar Aksi di Semarang Soal Angkutan OnlineFoto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom

Para sopir taksi tersebut menyatakan sipak menolak angkutan sewa khusus berbasis aplikasi beroperasi ilegal di Jateng. Kemudian meminta Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo membuat surat keputusan selambat-lambatnya 29 September 2017.

Mereka juga meminta Kapolri tegas menindak angkutan sewa khusus berbasis aplikasi karena dianggap ilegal. Menkominfo juga diminta memblokit atau menutup aplikasi yang mengakomodir angkutan berbasis online yang beroperasi ilegal.

"Presiden Republik Indonesia bersikap adil dan segera turun tangan menuntaskan kisruh taksi atau angkutan sewa khusus berbasis aplikasi," tegas Medy.

Perwakilan aksi kemudian diterima oleh Asisten 2 Setda Provinsi Jateng, Priyo Anggoro dan Kepala Dinas Perhubungan Jateng, Satrio Hidayat. Para sopir taksi konvensional kemudian mengeluarkan semua unek-uneknya.

Hingga saat ini unjuk rasa masih berlangsung dan para sopir taksi bergantian orasi. Bahkan ada sopir taksi yang menangis ketika mengutarakan kesedihannya karena pendapatannya menurun setelah muncul angkutan berbasis online.
(alg/mbr)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed