Ada 9 petugas KPK yang datang menggunakan 3 mobil ke kantor yang berada di Jalan Yos Sudarso No 30, Bandarharjo, Semarang Utara itu sekitar pukul 10.00 WIB . Mereka menggeledah sejumlah ruangan termasuk ruangan Kepala KSOP, Gajah Rooseno.
Selama pemeriksaan, petugas polisi bersenjata menjaga pintu utama kantor. Kemudian sekitar pukul 15.47 WIB, petugas KPK keluar sembari membawa koper, tas punggung, dan kardus yang langsung dimasukkan ke mobil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penjagaan oleh polisi selama penggeledahan. (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom) |
Usai penggeledahan, Gajah Rooseno mengatakan sejumlah dokumen diamankan KPK antara lain dokumen proses lelang tender dan administrasi yang terkait dengan proyek pengerukan yang menjerat Dirjen Hubla.
"Yang dibawa bukti-bukti, mulai proses lelang, tender, kemudian administrasi lainnya berkaitan dengan pengerukan," kata Gajah, Rabu (6/9/2017).
Selain membawa dokumen, lanjut Gajah, ada 5 orang yang dimintai keterangan yaitu dari bagian Unit Layanan Pengadaan (ULP), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).
"ULP, PPK, dan saya slaku KPA. Semua pemeriksaan karena semua punya tanggungjawab. Saya diperiksa tidak sampai 1 jam," tandasnya.
Untuk diketahui, Dirjen Hubla ditangkap dalam OTT KPK terkait suap dari komisaris PT Adhi Guna Keruktama (AGK), Adiputra Kurniawan. Penangkapan tersebut terkait proyek pengerukan laut dekat Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.
Gajah menjelaskan, AGK sudah melakukan pengerukan di Pelabuhan Tanjung Emas pada tahun 2015 dan 2017. Saat ini Proyek tersebut sudah rampung akhir Juli 2017. Pengerukan merupakan kegiatan rutin untuk menjaga kedalam laut agar kapal besar bisa melintas menuju pelabuhan. (alg/mbr)












































Penjagaan oleh polisi selama penggeledahan. (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)