Cuaca Ekstrem, Nelayan Demak Pilih Sandarkan Perahu

Cuaca Ekstrem, Nelayan Demak Pilih Sandarkan Perahu

Wikha Setiawan - detikNews
Rabu, 06 Sep 2017 15:35 WIB
Cuaca Ekstrem, Nelayan Demak Pilih Sandarkan Perahu
Perahu-perahu di dermaga Demak. (Foto: Wikha Setiawan/detikcom)
Demak - Cuaca akstrem membuat sejumlah nelayan di Kabupaten Demak memilih menyandarkan perahu di dermaga ketimbang harus melaut. Selain ombak tinggi, cuaca ekstrem juga membuat hasil tangkapan tidak sesuai harapan.

Ratusan perahu nelayan di Desa Morodemak, Kecamatan Bonang, terlihat bersandar di dermaga. Tidak ada aktifitas melaut, sejumlah nelayan memilih memanfaatkan waktu untuk memperbaiki mesin kapal.

Matori, seorang nelayan Desa Morodemak mengaku sudah lebih dari dua pekan tidak melaut. Gelombang ombak yang tinggi sangat beresiko bagi nelayan saat mencari ikan di tengah laut.

"Anginnya kencang dan membawa ombak tinggi, itu sangat berbahaya bagi nelayan," katanya, Rabu (6/9/2017).

Selain khawatir terhadap ancaman ombak, nelayan yang nekat melaut juga hanya akan mendapat ikan sedikit. Sehingga, penjualan hasil tangkapan tidak dapat menutup modal melaut.

"Udang yang biasanya mudah dan banyak saja, untuk saat ini sulit. Ya, lebih baik di rumah menganggur daripada melaut tidak dapat ikan, berbahaya lagi," lanjutnya.

Abdul Rois (39), nelayan lain menambahkan, cuaca ekstrem seperti ini biasa disebut 'padhang mbulan". Pada saat seperti ini banyak ikan memilih berada di dasar laut.

"Kalau memaksa melaut tetap sulit mendapatkan ikan. Padahal kalau cuaca normal di sini banyak ikan tongkol, teri dan udang," papar dia.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup, Rois menjelaskan, banyak nelayan yang bekerja serabutan.

"Ada yang bekerja tukang bangunan, buruh tani, ada juga yang terpaksa hutang," lanjutnya. (mbr/mbr)


Berita Terkait