"Dengan aplikasi ini, sangat membantu pemerintah untuk dapat segera mengendalikan komoditas di pasar yang mengalami kenaikan harga yang tidak wajar, sehingga pemerintah secara cepat dapat segera melakukan operasi pasar," jelas Wihaji saat meluncurkan aplikasi ini di Aula Kantor Bupati Batang, Senin (4/9/2017).
"Dengan sistem ini kita bisa mengontrol karena informasi data tersesebut di update pe rhari," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masyarakat juga bisa melaporkan ke pemerintah ketika diketahui ada lonjakan harga yang tidak wajar. Aplikasi ini juga ada harga pembanding dari pasar Kendal dan Pekalongan," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM M Isnanto mengatakan, Aplikasi Sistem Informasi Komoditas tersebut digagas oleh Endang Rahmawati Kasi Bimbingan Usaha dan Sarana Perdagangan Bidang Perdagangan.
Sistem ini merupakan suatu penggunaan informasi teknologi yang dapat menciptakan budaya efektif dan baik dan berguna bagi pemerintah serta masyarakat umum.
"Sistem ini dapat di lihat di situs atau Web disperindagkop.batangkab.go.id yang memperlihatkan ketersediaan komoditas di Kabupaten Batang tercukupi atau tidak karena dalam sisitem tersebut terbaca mengenai ketersediaan stok komuditas di hari itu juga surplus atau minus," katanya. (sip/sip)










































