Dalam pesan yang tersebar, disebut 100 ormas lebih dari berbagai daerah di Indonesia termasuk Pemuda Muhammadiyah dan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) dari beberapa daerah ikut dicantumkan dalam pesan itu.
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Tafsir, menyayangkan pengutipan organisasi sayap Muhammadiyah tersebut. Ia menegaskan Muhammadiyah tidak akan ikut dalam akasi di Borobudur yang rencananya digelar hari Jumat (8/9) mendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tafsir selaku ketua PW Muhammadiyah Jawa Tengah juga menghimbau kadernya agar tidak mengikuti aksi di Borobudur. Menururtnya pemilihan lokasi aksi juga tidak strategis.
"Pemuda Muhammadiyah, Kokam maupun yang lain jangan ikut terlibat aksi itu. Karena tidak strategis, apalagi kemudian seolah-olah Borobudur simbol Budha," tegasnya.
Pria yang juga menjadi dosen di UIN Walisongo itu menambahkan, Muhammadiyah juga melakukan aksi nyata untuk korban pelanggaran kemanusiaan Rohingnya. Posko-posko untuk menggalang bantuan juga akan dibuka di tiap daerah.
"Mumammadiyah sejauh ini sudah melakukan aksi nyata dimulai dari Pengurus Pusat yang ditangani Lazizmu dan Mumamadiyah Disaster Managemen Center (MDMC) melalui penggalangan dana," tandanya.
Untuk diketahui, rencana aksi tersebut sudah tersebar beberapa hari terakhir dengan menyantumkan sejumlah ormas. Namun aksi itu hingga saat ini belum memegang izin dari kepolisian. (alg/mbr)











































