DetikNews
Senin 04 September 2017, 14:38 WIB

Gelapkan Uang Jual Beli Hewan Kurban, Warga Sukoharjo Dibekuk Polisi

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Gelapkan Uang Jual Beli Hewan Kurban, Warga Sukoharjo Dibekuk Polisi Jumpa pers kasus penggelapan dan penipuan jual beli hewan kurban di Polres Surakarta. Foto: Bayu Ardi Isnanto
Solo - Seorang warga Cemani, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Wahyu Dwi Prasetyo ditangkap aparat Polresta Surakarta karena melakukan penggelapan dan penipuan jual beli hewan kurban. Total kerugian dalam kasus ini mencapai Rp 1 Miliar.

Saat ini sudah ada 32 korban yang melaporkan Wahyu kepada polisi atas dugaan kasus yang sama. Para korban merupakan peternak hewan kurban, investor dan pembeli yang berada di Solo dan Sekitarnya.

Kapolresta Surakarta, AKBP Ribut Hari Wibowo, mengatakan modus penipuan dilakukan Wahyu dengan cara menawarkan sapi maupun kambing kepada pembeli dengan harga murah. Dari uang yang telah dia terima kemudian hanya sebagian yang dibelikan sapi.

"Sebagian besar uangnya digunakan untuk kepentingan pribadi. Sebagian juga digunakan untuk membayar sapi kepada peternak, karena terlanjur memberikan DP," katanya di Mapolresta Surakarta (4/9/2017).
Barang bukti kasus penggelapan jual beli hewan kurban di Surakarta.Barang bukti kasus penggelapan jual beli hewan kurban di Surakarta. Foto: Bayu Ardi Isnanto
Polisi menyita uang Rp 217 juta dari tersangka dan beberapa saksi. Polisi masih akan terus mengembangkan kasus tersebut, karena diperkirakan masih banyak korban yang belum melapor.

"Kami akan telusuri ke mana saja uangnya. Karena ini sangat merugikan masyarakat. Beberapa masjid seharusnya melaksanakan kurban, tapi batal karena hewan kurbannya tidak ada," ujar Kapolres.

Modus lain diungkapkan dari peternak asal Pracimantoro, Wonogiri, Supardi yang menjadi korban. Dia adalah tetangga dari istri Wahyu yang juga berasal dari Pracimantoro.

Dia mengaku mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah. Sebanyak 12 sapi dan belasan kambingnya dijual tanpa bayaran penuh.

"Sudah beberapa tahun kenal Wahyu. Biasanya juga lancar makanya saya percaya saja, apalagi masih sekampung. Jadi dia sejak Idulfitri sudah mulai pesan sapi, lalu ngasih DP, sisanya dibayar nanti. Tapi sampai sekarang belum dibayar juga," ujarnya.

Wahyu dikenakan Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan dan Pasal 378 KUHP tentang Penipuan. Dia diancam hukuman maksimal enam tahun penjara.
(sip/sip)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed