Petani Dieng Berharap Uji Lab Wortel Asal China Cepat Selesai

Petani Dieng Berharap Uji Lab Wortel Asal China Cepat Selesai

Uje Hartono - detikNews
Senin, 04 Sep 2017 11:44 WIB
Foto: Uje Hartono/detikcom
Banjarnegara - Petani wortel yang menanam bibit ilegal asal China di Kecamatan Batur dan Pejawaran Kabupaten Banjarnegara berharap agar uji laboratorium cepat selesai. Petani mengaku lahan yang digunakan untuk menanam tersebut disewa dari petani lainnya.

Jika lahan dibiarkan terus setelah dilakukan pemeriksaan oleh pemeriksaan oleh kepolisian, petani akan merugi. Sebagian petani menanam wortel tersebut bukan di lahan milik sendiri namun menyewa lahan milik petani lain.

Seperti yang dirasakan Biton, petani wortel dari Desa Gembol Kecamatan Pejawaran Banjarnegaramengaku menyewa lahan seluas 1 hektar untuk ditanami wortel tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya tidak tahu jika bibit wortel ini ternyata ilegal. Katanya, bibit wortel ini produktifitasnya lebih banyak dibanding wortel pada umumnya," katanya.

Ia berharap, uji laboratorium wortel yang ditanam bersama tiga petani lainnya ini cepat ada hasilnya. Dengan begitu lahan tersebut bisa diolah untuk ditanami tanaman lain. Sebab tersebut disewa dari petani lainnya.

Saat ini, tim Bareskrim Polri tengah melakukan uji laboratorium soal kandungan wortel yang diduga mengandung zat berbahaya. Selain wortel tersebut, tanah yang digunakan untuk ditanam juga diambil untuk di uji laboratorium.

Saat ditanya soal kerugian yang dialaminya, Biton mengaku belum merinci semuanya. Hanya, untuk bibit dan pupuk dia mengaku tidak membeli karena dipasok dari distributor.

"Kerugian petani ini hanya biaya sewa lahan dan tenaga. Saya berharap agar hasil uji lab bisa segera disampaikan," tuturnya.
Wortel ilegal asal ChinaWortel ilegal asal China Foto: Uje Hartono/detikcom


Sampai saat ini, empat petani yang menanam bibit wortel ilegal tersebut dilarang untuk memanen selama masih dalam masa uji laboratorium. Meski, sebagian besar wortel tersebut sudah memasuki masa panen.

Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Batur Banjarnegara Agus Rifai menuturkan selama ini para petani mengeluhkan karena lahan jadi tidak bisa diolah. Ada petani yang status tanahnya menyewa.

"Sampai saat ini kami masih menuggu hasil uji lab soal kandungan wortel yang berasal dari bibit ilegal dari China," kata dia.

Menurutnya jika wortel yang sudah memasuki masa panen dibiarkan di dalam tanah, wortel tersebut biasanya akan rusak. Wortel mulai pecah-pecah di bagian dalam.

"Wortel lokal kalau kondisinya sudah pecah-pecah harga jualnya menjadi lebib murah," ungkapnya. (bgs/bgs)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads