Salah satu petani kentang di Dieng, Tamim mengatakan sejak hari Kamis 31 Agustus lalu suhu udara di dataran Dieng turun. Dalam dua hari yakni Kamis dan Jumat lalu suhu udara mencapai 0 derajat hingga minus 1 derajat.
"Bun upas paling parah pada hari Kamis dan Jumat. Pada hari Sabtu (2/9/2017) kemarin sudah mulai berkurang," ujar Tamim kepada detikcom, Minggu (3/9/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau yang sudah siap panen masih mending. Tetapi kalau yang baru menanam itu rugi bibit, tenaga hingga pupuk," tuturnya.
Usai kena embun es lanjut dia, petani harus memulai menanam kentang dari awal lagi. Dari mencari bibit, menyiapkan lahan hingga merawat tanaman. Ancaman embun es ini biasanya terjadi antara bulan Juli hingga September.
"Nanti kalai sudah Oktober biasaya suhu sudah mulai hangat dan sudah mulai turun hujan," tambahnya.
Sementara itu, Camat Batur, Harry Kartika membenarkan jika petani kentang di Dieng merugi akibat tanamannya mati. Hanya, kondisi ini tidak terjadi merata seluruh wilayah Dieng.
"Hanya di daerah Candi Arjuna karena di lokasi itu yang paling dingin," terangnya. (bgs/bgs)











































