Pilkada Jateng, PPP Terbuka untuk Koalisi dengan Parpol Lain

Pilkada Jateng, PPP Terbuka untuk Koalisi dengan Parpol Lain

Arif Syaefudin - detikNews
Minggu, 03 Sep 2017 12:02 WIB
Pilkada Jateng, PPP Terbuka untuk Koalisi dengan Parpol Lain
Foto: Arif Syaefudin/detikcom
rembang - Jawa Tengah akan menggelar pemilihan gubernur dan wakil gubernur pada tahun 2018. Berbagai partai politik mulai menjalin komunikasi.

Dalam Pilgub Jawa Tengah 2018 mendatang, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengaku masih terbuka untuk menjalin koalisi dengan partai lainnya. PPP juga belum menentukan dengan parpol mana akan berkoalis. Kesempatan berkoalisi masih terbuka lebar.

"Kami sudah menjalin komunikasi dengan beberapa parpol, kami juga tidak terburu-buru untuk memastikan kepada siapa nanti kami akan berkoalisi. Kami masih terbuka dengan semua parpol," ungkap Wakil Ketua Umum PPP, Arwani Thomafi kepada wartawan di Rembang, Minggu (3/9/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menyebutkan, PPP secara prinsip dalam Pilgub Jateng 2018 mendatang ingin membangun koalisi yang nasionalis dan religius.

"Kami realistis saja, target pada Pilgub Jateng ini di Wakil Gubernur. Kita sudah sempat komunikasi dengan teman-teman PDIP, juga Gerindra beberapa waktu yang lalu. Kami juga siap untuk komunikasi dengan partai lain, dengan PKB, kita juga terbuka," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua DPW PPP Jawa Tengah, Masrukhan Syamsurie menyebutkan internal PPP sudah menunjuk tiga nama yang siap untuk bersanding dengan parpol koalisi. Disamping itu, juga telah muncul dua nama kader PPP di daerah yang menunjukkan minatnya maju pada Pilgub Jateng 2018.

Mereka diantaranya Arwani Thomafi Waketum PPP Pusat, Ahmad Muqowam anggota DPD RI, dan Sekretaris Jenderal DPP PPP Arsul Sani. Sedangkan yang maju dari daerah yakni Ahmad Marzuki yang kini menjabat sebagai Bupati Jepara, dan Abu Nafi mantan Wakil Bupati Blora.

"Untuk yang dua dari daerah ini memang kami persilakan untuk mengambil formulir di PDIP. Karena kami sadar belum bisa mengusung sendiri, karena itu ada kemungkinan keduanya itu bisa berkompetisi di internal PDIP. Kalau terjadi, itu jelas kita bisa berkoalisi dengan PDIP," katanya.

Masrukhan mengatakan jika PPP tidak berkoalisi dengan PDIP, besar kemungkinan terjalin koalisi dengan Partai Golkar. Namun, koalisi tersebut diakuinya masih alot.

"Kami masih membuka dengan parpol manapun, karena selama ini yang terjadi masih alot, baru sebatas komunikasi saja belum ada kepastian. Padahal sampai September ini sudah harus terbentuk koalisi," terangnya.

Ia menyayangkan, kondisi yang terjadi di Jawa Tengah tidak seperti di Jawa Timur yang sudah muncul nama. Hingga mendekati batas waktu, di Jawa Tengah masih belum terjalin koalisi secara pasti sehingga nama yang dicalonkan juga belum muncul. (bgs/bgs)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini