"Keistimewaan DIY harus bermanfaat bagi seluruh rakyat Yogya tanpa membedakan asal-usul dan agama," kata Sultan dalam acara Kenduri Rakyat Istimewa di Pasar Beringharjo, Yogyakarta, Kamis (31/8/2017).
Sultan HB X mengatakan peringatan hari ini sebagai penanda perjuangan panjang untuk terwujudnya UU Keistimewaan. Perjuangan dari Presiden yang berbeda-beda dari mulai era Presiden Gus Dur, Megawati sampai dengan Presiden SBY semuanya harus dilalui.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menegaskan motto 'Jogja Istimewa' adalah bukan nama daerahnya tetapi untuk menjadi terbaik, terbersih, terjujur. Motto itu menjadi hal penting dalam membangun manusia yang berintegritas, berkebudayaan.
Sultan HB X di Pasar Beringharjo Foto: Edzan Raharjo/detikcom |
Sultan kemudian mengutip sebuah pepatah Jawa yang telah diturunkan dan diajarkan oleh para leluhur.
"Kelangan band pada karo ora kelangan apa-apa (kehilangan harta benda sama dengan tidak kehilangan apa-apa). Kelangan nyawa pada karo kelangan separo, kehilangan harga diri kehilangan martabat itu sama dengan kehilangan segalanya. Berarti yang namanya intregritas, karakter moral, menjadi nomor satu bagi masyarakat Yogya, kehormatan, martabat seseorang itu sangat tinggi nilainya," katanya.
Dia menambahkan ulang tahun yang ke 5 UU Keistmewaan DIY itu juga menjadi bahan introspeksi terutama untuk program-program bisa bermanfaat bagi masyarakat. Masyarakat Yogyakarta tidak hanya merasa aman, nyaman tetapi juga sejahtera, maju, berperadaban tinggi dan mempunyai daya keunggulan.
"Kita mendeklarasikan Yogya istimewa dengan semangat gumregah, gumregah tidak hanya pemerintahnya tetapi seluruh warga masyarakat untuk gumregah, jangan hanya bicara 'Ngaten mawon pun saged'. Itu tidak bisa," papar Sultan.
Menurutnya sekarang harus punya kemauan berubah untuk maju, meningkatkan kesejahteraan, seluruh warga masyarakat bersatu untuk bisa membangun. "Karena kekuatan Yogya itu adalah kebersamaan," pungkas Sultan.
(bgs/bgs)











































Sultan HB X di Pasar Beringharjo Foto: Edzan Raharjo/detikcom