"Sapi yang beratnya 1,1 ton saya beri nama Seno. Sedangkan yang beratnya 1,3 ton Gatotkaca," kata Nur Waluyo (44), di kediamannya, Dusun Gowok, Desa Polengan, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Rabu (30/8/2017).
Nur merupakan peternak yang selalu sukses menggemukkan sapi hingga memiliki berat lebih dari sapi biasa. Tahun lalu, dia juga memelihara sapi dengan berat hampir sama, yaitu sapi bernama Sembodo seberat 1,25 ton dan sapi Bimo 1,2 ton.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Resep tersebut diantaranya ada pada menu pakan, kemudian bakalan atau bibit yang bagus, serta teknik pemeliharaan yang bagus.Untuk menu pakan, Nur memilih campuran konsentrat, ketela, serta sayuran dari hasil sawahnya sendiri. Kemudian untuk bakalan, dia memilih dengan teliti baik dari segi umur, postur tubuh sapi, maupun warna kulit.
"Untuk pemeliharaan, peternak harus cermat untuk menghitung jumlah pakan dan nilai nutrisi di dalamnya. Saya menggunakan rumus pakan 10 persen berupa sayuran, serta 2 persen konsentrat. Prosentasi dihitung dari berat badan sapi," urai Nur.
Selain itu, lanjutnya, rumput yang diberikan kepada sapi pun tidak langsung diberikan begitu saja. Rumput harus didiamkan lebih dulu selama empat jam sesudah dipotong, baru kemudian diberikan kepada sapi.
"Hal itu dilakukan dengan maksud agar protein yang terkandung di dalam rumput lebih bagus," katanya.
sapi terberat di Kabupaten Magelang Foto: Pertiwi/detikcom |
Tata cara dan teknik pemeliharaan yang diterapkan oleh Nur itu pada praktiknya mampu membuat berat badan sapi meningkat dalam waktu yang cukup singkat tanpa mengurangi kualitas daging sapi.
Baik sapi Seno dan Gatotkaca diakuinya baru dibeli sekitar satu setengah tahun lalu dengan berat masing-masing 500 kilogram.
Saat ini, Seno berencana dijual dengan harga Rp 65 juta. Sementara, Gatotkaca akan dijual seharga Rp 80 juta.
"Saya sangat ingin sapi-sapi milik saya dibeli oleh pejabat seperti Gubernur Jawa Tengah, atau Pak Presiden Jokowi. Bukan karena apa, tapi saya berharap bahwa dibelinya sapi ini oleh pejabat, akan memotivasi para peternak muda," terangnya.
Menurut dia, bila sapi miliknya dibeli para pejabat akan menjadi sebuah apresiasi terhadap para peternak. Dengan begitu, peternak muda yang saat ini kian berkurang akan tambah bersemangat dalam menjalani profesi mereka memelihara hewan ternak.
"Tapi selama ini belum pernah para pejabat membeli sapi dari peternak sini (Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang). Yang ada hanya pengusaha-pengusaha," pungkas Nur. (bgs/bgs)












































sapi terberat di Kabupaten Magelang Foto: Pertiwi/detikcom