Salah satu karyawan, Yuli Hariati mengatakan mangut yang disajikan katering untuk makan siang berbahan ikan tongkol. Ia mengakui warna dagingnya tidak seputih mangut ikan biasanya. Tetapi ia tidak curiga dan melahapnya.
"Mangut ikan tongkol. Rasanya kayak agak lama gitu," kata Yuli saat dirawat di ruang Sirikandi RS Permata Medika Semarang, Senin (28/8/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya kira saya masuk angin. Anak-anak bilang, mbak mukamu kok merah," ujar Yuli.
Sementara itu Kapolsek Mijen, Kompol Baihaqi mengatakan pihaknya sudah mendatangi pabrik, meminta keterangan dan membawa sampel makanan untuk diselidiki.
"Kita datangi TKP, minta keterangan saksi, setelah itu sisa makan yang masih utuh atau yang sisa dimakan kita bawa ke kantor dan kemudian cek korban," kata Baihaqi.
Dari keterangan para korban, siang tadi Ina Catering menyajikan menu mangut, nasi, sayur bayam, dan buah. Namun dari keterangan korban yang keracunan, semua mengaku melahap mangut.
"Semua yang dibawa ke rumah sakit mengaku makan mangutnya," tandas Baihaqi.
Meski demikian pihaknya belum bisa memastikan penyebab keracunan karena perlu uji laboratorium. Selain itu ada dua pihak katering yang menjadi langganan PT Fukuryo yang masih dimintai keterangan.
"Kita mintai keterangan pihak kateringnya di mapolsek," katanya.
Untuk diketahui, puluhan karyawan PT Fukuryo mengeluh pusing, mual, dan muntah setelah makan siang. Para korban dibawa ke dua rumah sakit yaitu RS Permata Medika dan RSUD Tugurejo.
Di RSUD Tugurejo sempat ada yang dirawat sebanyak 37 orang, namun hingga petang tadi sudah diperbolehkan pulang. Sedangkan di RS Permata Medika jumlahnya belum pasti karena ada yang sudah diperbolehkan pulang. Namun setelah itu kembali lagi karena mual dan pusingnya kambuh.
"Yang jelas jumlahnya puluhan," tegas Baihaqi.
(alg/bgs)











































